Hidayatullah.com–Jurubicara Kementrian Dalam Negeri Iraq mengatakan Abdul Fatah dibunuh ketika mobilnya didekati oleh para penyerang di distrik Dora. Para pria bersenjata berusaha menyerang mobil yang membawa Abdul Fatah ketika melewati sebuah masjid. Serangan ini terjadi pada saat dimulainya pendaftaran untuk pemilihan umum, yang akan dilaksanakan Bulan Januari mendatang.
Warga Iraq yang ingin ikut pemilihan umum maupun yang ingin mencalonkan diri diberi waktu enam minggu untuk mendaftar di 500 pusat pendaftaran di seluruh negeri.
Sebelumnya kelompok perlawanan bersenjata di Iraq sudah mengeluarkan ancaman untuk menyerang pihak-pihak yang terlibat dalam pemilihan umum. Pembunuhan Wakil Gubernur Baghdad ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian serangan terhadap pemerintah sementara Iraq yang didukung Amerika Serikat.
Sebelumnya, pada Hari Minggu, roket menyerang kota Tikrit dan menewaskan sedikitnya 15 penduduk sipil dan melukai 8 orang lainnya.
Menurut laporan yang berkembang kelompok perlawanan menembakkan dua roket ke pangkalan Amerika, namun salah satu meleset dari sasaran dan mengenai sebuah hotel yang menjadi tempat tinggal para pekerja.
Di tempat terpisah, pada Hari Minggu juga, berlangsung bentrokan di Baghdad Selatan dan dilaporkan 7 warga Iraq tewas.
Sementara itu Perdana Menteri Iraq sementara, Iyad Alawi, mengatakan waktunya sudah habis untuk melakukan perundingan guna menghindari kontak besar-besaran di Falluja, yang dikuasai kelompok perlawanan. (rtr)