Hidayatullah.Com— Komitmen ini disepakati pada saat pertemuan antara Menteri Sosial Bachtiar Chamzah, Bupati Aceh Barat Sahbuddin BP dan Ust. Baharuddin Mustafa dari Hidayatullah pada Sabtu pagi (4/2/05) di pendopo Kabupaten Aceh barat. Dalam kesempatan itu Ust. Baharuddin menyampaikan blue print rencana pemulihan dan rekonstruksi infrastruktur pendidikan di Aceh Besar. Salah satunya adalah pembangunan pesantren terpadu dan Islamic Centre.
Menurut Ust. Baharuddin, untuk merekonstruksi pendidikan di Aceh Barat, ada empat item pekerjaan yang harus dilakukan. Pertama, penyelenggaraaan sekolah darurat. Kedua, pembangunan bangunan semi permanen. Ketiga, penyelenggaraan pendidikan formal dan keempat, dukungan tenaga pengajar yang berkelanjutan.
Untuk tahap awal berupa penyelenggaraan sekolah darurat Hidayatullah telah mengirim sejumlah relawan guru ke beberapa titik pengungsi Meulaboh. Selain itu Hidayatullah mengirim beberapa guru pelatih yang memberikan pelatihan keterampilan kepada para guru dalam melakukan rehabilitasi mental dan koseling kepada korban bencana. Salah satunya adalah di Madrasah Ibtidaiyah Alui Penyering, dusun Merboh, kecamatan Meulaboh, Aceh Besar.
Hidayatulllah juga memberikan komitmen untuk membiayai pendidikan anak-anak yatim piatu dan terlantar yang berasal dari Aceh Barat dan sekitarnya. Untuk tahap mereka akan dipenuhi seluruh kebutuhan hidupnya sampai usia 16 tahun. Kalau mereka bersekolah berminat melanjutkan ke luar Aceh, mereka akan dibiayai hingga perguruan tinggi. Pada tahap awal hingga enam bulan ke depan jumlah anak yang dibiayai seluruh kebutuhan hidup dan pendidikannya berjumlah 500 orang.
Untuk menunjang kegiatan pendidikan, Hidayatullah segera membangun pesantren terpadu di Meulaboh. Pembangunan ini akan dilakukan di atas tanah seluas 5 hektar pemberian bupati Meulaboh. Beberapa falitas pendidikan yang segera dibangun antara lain gedung sekolah dari TK, SD, SMP Putra dan Putri, SMA Putra dan Putri. Asrama santri, perumahan guru, perkantoran, gedung serba guna, masjid, perpustakaan, laboratorium dan beberapa fasilitas pendidikan lainnya. Pembangunan fasilitas pendidikan akan dimulai akhir bulan ini dan direncanakan selesai dalam waktu satu tahun.
Menurut Ust. Baharuddin, untuk merekonstruksi pendidikan di Aceh Barat, ada empat item pekerjaan yang harus dilakukan. Pertama, penyelenggaraaan sekolah darurat. Kedua, pembangunan bangunan semi permanen. Ketiga, penyelenggaraan pendidikan formal dan keempat, dukungan tenaga pengajar yang berkelanjutan.
Untuk tahap awal berupa penyelenggaraan sekolah darurat Hidayatullah telah mengirim sejumlah relawan guru ke beberapa titik pengungsi Meulaboh. Selain itu Hidayatullah mengirim beberapa guru pelatih yang memberikan pelatihan keterampilan kepada para guru dalam melakukan rehabilitasi mental dan koseling kepada korban bencana. Salah satunya adalah di Madrasah Ibtidaiyah Alui Penyering, dusun Merboh, kecamatan Meulaboh, Aceh Besar.
Hidayatulllah juga memberikan komitmen untuk membiayai pendidikan anak-anak yatim piatu dan terlantar yang berasal dari Aceh Barat dan sekitarnya. Untuk tahap mereka akan dipenuhi seluruh kebutuhan hidupnya sampai usia 16 tahun. Kalau mereka bersekolah berminat melanjutkan ke luar Aceh, mereka akan dibiayai hingga perguruan tinggi. Pada tahap awal hingga enam bulan ke depan jumlah anak yang dibiayai seluruh kebutuhan hidup dan pendidikannya berjumlah 500 orang.
Untuk menunjang kegiatan pendidikan, Hidayatullah segera membangun pesantren terpadu di Meulaboh. Pembangunan ini akan dilakukan di atas tanah seluas 5 hektar pemberian bupati Meulaboh. Beberapa falitas pendidikan yang segera dibangun antara lain gedung sekolah dari TK, SD, SMP Putra dan Putri, SMA Putra dan Putri. Asrama santri, perumahan guru, perkantoran, gedung serba guna, masjid, perpustakaan, laboratorium dan beberapa fasilitas pendidikan lainnya. Pembangunan fasilitas pendidikan akan dimulai akhir bulan ini dan direncanakan selesai dalam waktu satu tahun. (Har)