Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Umat Islam Wajib “Merebut” Otoritas Ilmu

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 19 Mei 2011 10:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– “Kita bertanggung jawab atas terjadinya kerusakan ilmu yang menjadi sumber kerusakan dalam kehidupan modern ini. Umat Islam tidak boleh berdiam diri atas kondisi ini. Kita mesti merebut kembali otoritas ilmu yang hari ini dihegemoni Barat,” demikian papar Prof. Dr. Abudin Nata dalam seminar “Islamization of Higher Education: Models and Experiences in Muslim Worlds” di Universtas Ibn Khaldun Bogor.

Seminar pada hari pertama membahas tentang peradaban Barat yang menjadi sumber destruktif (perusak) kehidupan umat Islam di seluruh dunia.
Selain itu, hadir pula pakar psikologi Islam internasional, Prof. Malik Badri dari Sudan. Ia mengatakan, Barat hari ini adalah peradaban yang tidak lagi memanusiakan manusia.

“Barat sekarang dengan sekularisasinya telah bergerak melampaui batas. Ilmu yang dikembangkan bukannya memanusiakan manusia malah sebaliknya yakni menghewankan manusia. Lebih buruk lagi manusia dipisahkan dari kodratnya, sehingga terciptalah kultur di mana manusia tak ubahnya mesin yang terus-menerus bekerja dan bekerja dan tidak lagi mengenal Tuhan,” paparnya.

Sementara itu Dr. Malik Thoha memberikan analisanya bahwa sekularisasi di Barat adalah sebuah kewajaran sejarah dan teologi. Bahkan jika Barat tidak melakukan sekularisasi bisa jadi Barat akan tetap menjadi bangsa yang termarginalkan.

“Sekularisasi itu adalah kewajaran bagi barat berdasarkan latar belakang sejarah dan teologi mereka. Mereka tidak mungkin sanggup berkembang seperti sekarang jika tidak melakukan rasionalisasi dan sekularisasi,” ungkap pakar pluralisme dan pengurus NU Malaysia ini.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Meskipun demikian, Malik yang juga peneliti INSISTS itu mengatakan bahwa sekularisasi tidaklah relevan jika diterapkan dalam tradisi umat Islam.

“Berbeda dengan Islam. Kita sama sekali tidak membutuhkan yang namanya sekularisasi. Kalau hari ini ada beberapa sarjana Muslim yang terkontaminasi ya itu akibat dari ketidakmampuan memahami masalah secara tepat. Menurut Ibn Khaldun, bangsa yang memiliki mental terjajah cenderung akan meniru gaya bangsa yang menjajah,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Kabuyee Uthman Sulaeman dari Uganda menjelaskan dengan panjang lebar tentang perlunya umat Islam kembali memperhatikan masalah ilmu.
“Sejak awal Allah SWT telah menjelaskan urgensitas ilmu. Hal ini bisa dilihat dari dialog antara Allah SWT dengan para malaikat ketika hendak menciptakan Nabi Adam. Dan, banyak lagi ayat dan hadis yang menjelaskan masalah-masalah ilmu,” jelasnya.

Bahkan Dr. Mohammad Azazi dari Mesir menjelaskan, jika umat Islam ingin bangkit maka sudah semestinya mengikuti jejak Nabi Muhammad saw bersama para sahabatnya yang begitu cinta terhadap ilmu karena pemahamannya terhadap al-Qur’an.

“Kita harus memahami sejarah peradaban Islam yang akan mendorong kita untuk mencintai ilmu. Sebba awal kalimat yang diterima rasulullah saw sebagai wahyu pertama adalah kalimat iqra’, membaca. Jadi awal kebangkitan Islam dijiwai oleh spirit ilmu sebagaimana kandungan surah al-‘Alaq itu. Kalau ingin maju ya ilmu,” jelasnya dengan penuh semangat.

Pada sesi terakhir, Dr. Adian Husaini menegaskan bahwa dalam situasi sekarang umat Islam harus bersatu untuk berupaya melakukan Islamisasi secara kaffah.

“Membangun kembali budaya ilmu yang sesuai dengan worldview Islam tentu bukan hal mudah, banyak tantangan yang menghadang. Tetapi menjadi kewajiban seluruh umat Islam untuk melakukan islamisasi sains di kampus-kampus. Dengan cara itulah umat Islam akan mampu memegang kembali otoritas keilmuan dunia,” pungkasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saiful Adil Terpilih sebagai Pengganti Usamah
Tulisan selanjutnya Al Ikhwan Sertakan Kristen Koptik dalam Partai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Berita
31 Agustus 2026 18:22
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?