Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kelaparan Ancam Kota Nias

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Maret 2005 00:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sejak musibah terjadi pada Senin (28/3) malam, bantuan makanan dan obat-obatan belum mengalir. Ini terjadi akibat gangguan pada transportasi udara, sementara hubungan laut membutuhkan waktu beberapa hari dari Medan ke lokasi.

Kendati gubernur dan menteri sudah ada di lokasi bencana, sampai Rabu petang bantuan makanan tak jua datang. Pada sisi lain, stok makanan semakin menipis, dan sejumlah toko sudah tutup karena tidak ada lagi stok barang.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Hal sama terjadi di Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan. Mensos, Bachtiar Chamsyah, mengakui adanya kekurangan makanan tersebut usai meninjau wilayah gempa dengan menggunakan helikopter. ”Masyarakat sangat membutuhkan beras karena belum mendapat pasokan makanan,” ujar Bachtiar yang didampingi Menkes, Siti Fadilah Supari, dan Gubernur Sumut, Rizal Nurdin.

Ribuan warga yang mengungsi ke pegunungan pun mengalami kondisi yang sama, kekurangan makanan dan obat-obatan. Di perbukitan dan Gunung Honositoli, masih bertahan ribuan pengungsi yang takut munculnya gelombang tsunami. Warga Gunungsitoli, Riang (23), mengatakan selain makanan, mereka juga membutuhkan obat-obatan. ”Besok sudah tidak ada lagi yang bisa kami masak. Kalau tidak ada bantuan makanan, kami mau makan apa?” kata Riang.

Bantuan Asing

Sebuahj lembaga bantuan asal Inggris, Oxfam kemarin telah menerbangkan tenda-tenda, makanan dan air, kantong jenazah serta obat-obatan darurat. Mereka juga memberikan perlengkapan bantuan seperti pompa air, penampung air dan peralatan komunikasi diperkirakan akan diterbangkan hari Jum’at, seperti dikutip BBC.

Australia juga tengah mengirim pesawat militernya yang ketiga setelah laporan-laporan awal dari pejabat badan bantuan daruratnya mengatakan situasi di Nias lebih buruk dari perkiraan.

"Ini adalah krisis kemanusiaan yang paling genting," kata Menteri Luar Negeri Australia, Alexander Downer.  "Laporan-laporan yang kami terima tengah malam, saya harus akui, sangat buruk."

Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama rombongan, di antaranya Menteri Sosial Bachtiar Chamsjah, Kamis siang kemarin, sekitar pukul 10.50 WIB mendarat di Bandara Binaka Kabupaten Nias dengan pesawat jenis CASA, selanjutnya terbang dengan helikopter dan mendarat di lapangan sepakbola Pelita Kota Gunung Sitoli.

Rombongan Presiden disambut Gubernur Sumut H.Tengku Rizal Nurdin dan Bupati Nias Binahati Bahea langsung meninjau rumah-rumah dan bangunan yang hancur akibat bencana alam yang terjadi Senin malam lalu.

Presiden tampaknya tidak bisa menyembunyikan kesedihan dan keprihatinannya atas peristiwa bencana alam gempa bumi yang menewaskan ratusan penduduk di kabupaten kepulauan tersebut ketika menyaksikan para petugas regu penyelamat dan penolong yang mencari korban di bawah
reruntuhan bangunan rumah, toko dan gedung lainnya.

Salah satu rumah sakit terapung milik AL AS (US Navy), USNS Mercy, telah diperintah balik ke perairan Indonesia dalam rangka melakukan misi kemanusiaan di Nias.

Kapal AS ini belum lama meninggalkan Indonesia dan saat ini berada di Timor Leste. Sebelumnya, bekas kapal tanker yang diubah fungsi sebagai hospital ship itu dikerahkan dalam misi kemanusiaan untuk membantu korban gempa dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada 26 Desember 2004.

Menurut Dubes AS untuk Indonesia B. Lynn Pascoe, rumah sakit terapung yang dioperasikan sejak 1986 itu telah diberangkatkan dari Timor Leste sejak Rabu lalu. Diperkirakan, kapal berkapasitas sepuluh ribu tempat tidur itu tiba di Nias dalam lima hari mendatang.

Jumlah pengungsi  di Teluk Dalam diperkirakan mencapai sekitar 6000 orang. (Cha, berbagai sumber)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Powell Marah dan Kecewa Soal Isu Senjata Pembunuh Massal Iraq
Tulisan selanjutnya Muslim Indonesia di Brisbane Buka Dompet Peduli Nias

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Berita
3 September 2026 13:38
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?