Jum’at, 23 September 2005
Hidayatullah.com–Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI), KH. Ahmad Kusairi Suhail, MA, Lc, menyarankan kepada artis sinetron Anjasmara, untuk segera menyadari kesalahannya dan bertaubat kepada Allah. Pernyataan Ahmad Kusairi ini disampaikan sehubungan dengan kasus foto telanjangnya beberapa hari lalu yang telah diadukan kepada kepolisian oleh Front Pembela Islam (FPI).
“Saya berharap agar yang bersangkutan menyadari kesalahannya dan segera bertaubat. Apalagi, sebentar lagi bulan Ramadhan, “ujarnya saat dihubungi hidayatullah.com usai menjadi khatib shalat, siang, Jum’at, (23/9) kemarin.
Salah satu pentolan IKADI ini ikut-ikutan mengingatkan para artis dan pekerja seni Indonesia sehubungan ramai-ramai kasus foto bugil pemeran “Si Cecep”. Selain memberi saran pada suami artis Dian Nitami, Ahmad Kusairi juga mengingatkan kepada semua artis di Indonesia agar karyanya juga menghargai perasaan orang lain.
“Bagaimanapun kita hidup di Indonesia, dan semua orang tau, mayoritas bangsa Indonesia itu umat Islam, “ujanya.
Lulusan Universitas Madinah ini juga menyangkal alasan kebanyakan artis dan pekerja seni bahwa foto-foto ketelanjangan bisa dianggap seni. “Seni itu ada batasnya. Saya kira orang awampun tau, mana pornografi dan mana seni, “ujarnya. "Lagian, jika sebuah karya meresahkan banyak orang, dia akan dianggap pelanggaran hukum, " tambahnya.
Sebagaimana diketahui, kemarin, puluhan anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) melaporkan kasus foto bugil artis sinetron Anjasmara yang terpajang dalam pemeran foto di Musium Bank Indonesia ke Polda Metro Jaya
Foto bugil Anjasmara berjudul Pinkswing Park sempat dipajang dalam pameran seni rupa di CP Biennale 2005 di Museum Bank Indonesia-Kota.
Selain melaporkan Anjasmara, FPI juga melaporkan model Isabele Yahya, fotografer Dafy Linggar, dan penyelenggara pameran.
Dalam foto itu, Anjasmara dan Isabele memerankan Adam dan Hawa dengan backround hutan belantara. Menurut FPI, foto itu sangat melukai perasaan umat Islam dan bertentangan dengan ajaran Islam yang dianut sebagian besar masyarakat Indonesia.
FPI menilai, visualisasi Nabi dengan foto telanjang telah menyesatkan dan menghina umat Islam karena Adam adalah Nabi pertama yang digelari Alaihissalam. Apalagi, katanya, selama ini, bintang yang langganan peraih SCTV Awards itu sering memerankan seorang dai dan ustadz. (cha)