Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Gus Sholah: “Pemerintah akan Kembali Berseteru dengan Umat Islam”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Oktober 2005 04:36
Bagikan
Bagikan

Rabu, 19 Oktober 2005

Hidayatullah.com— Anggota Komnas HAM, Salahuddin Wahid, berharap pemerintah tidak lagi membuka front dengan umat Islam dengan memata-matai pesantren. Menurut Gus Solah, pemerintah harus segera mengurungkan niatnya melakukan cara-cara Orde Baru, apalagi sekedar memenuhi pesanan asing.

”Saya kira, janganlah sampai dilakukan. Sebab, kalau itu terjadi lagi, kiamat lah kita semua. Artinya, pemerintah kembali lagi berseteru dengan umat Islam,” kata Gus Solah di sela-sela acara diskusi ”Satu Tahun Pemerintahan SBY-JK” yang diselenggarakan Forum Indonesia Bersatu (FIB), di Jakarta, Selasa (18/10).

Tindakan memata-matai pesantren, kata Gus Solah, akan mengorek luka lama yang traumatis, di mana umat Islam dipandang sebagai seteru. Khususnya, kata dia, periode 1970-1990-an.

Salahuddin mengatakan, mengaitkan Islam dengan terorisme merupakan sikap gegabah. Sebab, kata anggota Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), ini, ajaran Islam –termasuk yang diajarkan di pesantren-pesantren– jelas tidak membenarkan tindakan terorisme. ”Jadi, jangan curiga berlebihan. Apalagi sekedar bertujuan melayani kepentingan pihak luar,” sindirnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kecaman terhadap pemerintah juga datang dari berbagai kalangan. Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Abdul Asri Harahap bahkah mengajak rakyat Indonesia mengingatkan pemerintah secara bersama-sama agar tidak kembali sewenang-wenang seperti zaman Orde Baru.

"Kami tidak yakin pemerintah akan menggunakan cara-cara seperti pembatasan pesantren dalam memberantas terorisme. Tapi jika ada langkah pemerintah yang menjurus ke sana, mari kita ingatkan bersama-sama," kata anggota Presidium Majelis Nasional KAHMI, di Jakarta, Selasa, (18/10).

Kecaman juga datang dari Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid dan mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Maraknya kritik tajam kepada pemerintah terjadi setelah munculnya pernyataan Wapres Jusuf Kalla saat buka puasa bersama KAHMI di kantor Wapres, Sabtu (15/10) lalu yang akan melakukan pembatasan terhadap pesantren dan akan menerapkan keamanan gaya Orba.

Pernyataan Wapres juga didukung dengan komentar Kepala Desk Antiteror Irjen Ansyaad Mbai dalam sebuah wawancaranya di Tempo, edisi 16 Oktober 2005 yang menuduh 50% khobah Jum’at dipenuhi kebencian dan dirinya berjanji akan menangkap para khatib jika ada yang melaporkan.

Pernyataan ini sempat membuat protes ulama senior NU, KH Yusuf Hasyim (Pak Ud)  dan meminta Kapolri Jenderal Pol Sutanto untuk menindak tegas.  (ant/rep/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rakyat Libya anggap Bush Pendukung Kejahatan
Tulisan selanjutnya Abubakar Ba`asyir Hadiahi Arifin Ilham Buku Agama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?