Hidayatullah.com–Deputi Direktur Freedom Institute, Luthfi Assyaukanie, mengungkapkan, gerakan pemikiran liberal di Indonesia terus mengalami kemajuan. Menurutnya, ini didasarkan pada kesadaran dan kedewasaan masyarakat dalam mengedepankan dialog dan kritis sudah tampak membaik.
Menurut Lutfie, gerakan liberal, dalam 10 tahun terakhir terus berkembang. Ketika ditanyakan soal nasib gerakan liberal yang terus surut seiring meninggalnya Gus Dur, Luthfi menampik dan justru optimis akan terus berkembang.
“Nggaklah saya kira. Berkembang terus, Saya optimis sekali. Apa yang Gus Dur lakukan selama ini akan berkembang terus,” ungkapnya.
Menurutnya, memang tokoh besar gerakan liberalisasi di Indonesia seperti Nurcholish Madjid dan Abdurrahman Wahid sudah tak ada. Tapi pihaknya menilai, kepergian tokoh-tokoh tersebut tidak sama sekali menyurutkan semangat mereka.
“Ini kan on going process, jalan yang terjal dan harus terus dilakukan. Saya percaya, kalau kita punya niat baik, good will, pasti ada jalan” jelas Luthfi, dalam perbincangan dengan hidayatullah.com di kantornya di Jakarta, Rabu (18/3).
Luthfi mengaku, apa yang dia dan rekan-rekannya lakukan pasti ada konsekwensinya. Termasuk adanya ancaman fisik, mental, dan semacamnya. Namun hal itu tidak membuatnya luluh meski harus berhadapan dengan resiko.
“Di mana-mana peradaban dimulai dengan jalan yang terjal dan kita harus punya kesabaran untuk melakukannya” katanya.
Soal konsekwensi pemikirannya, Luthfie mengaku tidak peduli apakah nantinya dia akan masuk surga atau neraka. Menurutnya, itu urusan Allah. Yang jelas, dia sudah menyampaikan apa yang dia yakini sebagai keberanan dan bermanfaat untuk orang lain.
“Saya sudah menyampaikan sesuatu apa yang saya anggap benar, apa yang diajarkan oleh guru-guru saya. Kalau kemudian masyarakat menilainya lain, itu urusan mereka,” ujarnya. [ain/hidayatullah.com]