Hidayatullah.com–Kasus pemurtadan di Bekasi kembali muncul. Selasa sore (23/6) di kota yang berjuluk Kota Patriot ini, ratusan anak kecil dan ibu-ibu menjadi korban berkedok kegiatan sosial.
Kabar kurang menyenangkan ini datang dari Ketua Forum Umat Islam (FUI) Kota Bekasi Bernard Abdul Jabbar, sebagaimana disampaikan kepada hidayatullah.com.
Menurut Bernard, kasus ini terjadi di Perumahan Kemang Pratama Regency Kota Bekasi, Jawa Barat. Para korban dimobilisasi dari Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, dengan menggunakan 15 bus ukuran sedang (Kopaja).
”Modus yang mereka lakukan, mengajak para korban berenang bersama. Kolam renang yang digunakan berada di rumah Hendry Leonardi. Para korban kebanyakan kaum dhuafa,” jelas Bernard Kamis (24/6) ini.
Panitia pelaksana kegiatan Berbagi Bahagia tersebut Yayasan Mahanaim, yayasan lingkup nasional yang kerap melakukan aksi kristenisasi di Bekasi. Ini dilihat dari logo yang tertera pada kaos yang dipakai panitia.
”Kami memiliki bukti kasus tersebut berupa video,” kata lelaki muallaf ini.
Kasus ini Rabu malam sudah dilaporkan ke Polres Metro Bekasi. Menurut pengakuan panitia dan pemilik rumah di kantor Polres, acara tersebut untuk bimbingan belajar (bimbel) dan berenang bersama.
Menurut Bernard, acara itu mengada-ada. “Kalau dilihat ukuran kolam renangnya yang kecil, maka tidak dapat menampung ratusan orang. Yang namanya acara bimbel seharusnya yang hadir itu bukan nenek-nenek dan anak-anak. Kalau pun ada yang usia sekolah, saat ini kan masa liburan, mana mungkin ada kegiatan bimbel,” tandas Bernard. [syaf/hidayatullah.com]