Hidayatullah.com— Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, khususnya internet, nampaknya tak bisa dibendung. Hanya saja, sayangnya, banyak orangtua yang mengalami gagap budaya dan teknologi informasi ini.
Kegagalan para orangtua mengimbangi arus informasi ini, sedikitnya menimbulkan cultural lag. Pernyataan ini disampaikan Bagong Suyanto, pemerhati anak dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Surabaya.
“Dalam ilmu sosial, peristiwa ini disebut sebagai cultural lag, suatu kesenjangan sebagai akibat perubahan pada suatu bidang tidak diimbangi perubahan pada bidang lainnya,” ujarnya kepada hidayatullah.com.
Pernyataan Bagong ini disampaikan saat mengomentari adanya dugaan banyak pemerkosaan yang terjadi pascaberedarnya video porno artis beberapa saat yang lalu.
Bagong mengakui, banyak orangtua memfasilitasi teknologi informasi, meski sesungguhnya mereka tak begitu mengerti dampak dan bahayanya bagi anak-anak mereka.
Menurut Bagong, teknologi tak bisa dihindari, namun harus tetap ada pendampingan pada anak-anak.
“Kuncinya adalah keterbukaan dan komunikasi antara anak dan orangtua, “ujarnya. [cha/hidayatullah.com]