Hidayatullah.com–Ahad (18/7), Presiden Palestina Mahmud Abbas bertemu dengan Presiden Mesir Husni Mubarak di Kairo, guna membahas mengenai negosiasi antara Palestina dengan Israel.
Sebelumnya Abbas bertemu dengan utusan Amerika Serikat untuk Timur Tengah, George Mitchell di Ramallah pada hari Rabu. Demikian dilansir Al-Jazeera.net (18/7).
Presiden Palestina tiba di Kairo pada hari Sabtu sore (17.7), melalui ibu kota Yordania, Amman. Ia didampingi oleh pembesar negosiator Palestina, Saeb Erekat dan juru bicara Presiden Palestina, Nabil Abu Rudeineh.
Dalam pernyataannya yang dimuat oleh surat kabar Al-Ghad Yordania, Abbas mengatakan bahwa ia tidak akan melanjutkan ke negosiasi langsung, kecuali Israel memenuhi permintaan untuk mengembalikan batas Palestina sesuai dengan tahun 1967, dan menyetujui dikerahkannya pasukan internasional di daerah perbatasan.
Namun Abbas tidak menyinggung masalah pembekuan permukiman Yahudi sebagai syarat negosiasi, yang sebelumnya ditekankan.
Tapi menurut Direktur Pusat Pers Palestina, Ghassan al-Khatib mengatakan bahwa Abbas tidak mundur pada subyek pembekuan pemukiman.
Khatib menambahkan bahwa yang menjadi penghambat utama dalam negosiasi ini adalah substansi dari perilaku Israel itu sendiri. Israel terkesan tidak serius menanggapi semua permasalahan ini. [sdz/jzr/hidayatullah.com]