Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

BPOM Temukan Jajanan Berbahaya di Pasaran

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Agustus 2010 13:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Makanan yang mengandung zat berbahaya masih ditemukan beredar di pasaran. Kesehatan konsumen sekali lagi terancam, mengingat efeknya memiliki jangka panjang dan sangat berbahaya. Menimbulkan penyakit kanker, ginjal, sampai pada kematian.

Zat rhodamin B, pewarna sintetik yang berbahaya bagi makanan misalnya, jika tertelan menimbulkan gejala keracunan dan air seni berwarna merah atau merah muda. Selain Rhodamin B, di antaranya ada methanil kuning, formalin, dan natamysin. Dalam berbagai razia oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan di 1.150 tempat, baik pasar tradisional atau hipermarket, ditemukan 625 produk  

“Kita lihat 510 (produk) tidak sesuai ketentuan,” jelas Franky Sibarani, Ketua Bidang Regulasi Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) dalam tayangan Barometer, Rabu (18/8). Salah satu yang tidak sesuai ketentuan, menurut Franky adalah makanan yang sudah kedaluwarsa. “Konsumen dibiasakan waspada,” tambah Franky mengimbau.

Karena sifatnya yang mengancam jiwa, masyarakat perlu mendapat edukasi soal pengenalan semua produk makanan berbahaya. Dalam soal ini, Pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, dan Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM Roy Alexander Sparingga sepakat menyayangkan begitu mudahnya produk-produk berbahaya itu beredar di masyarakat.

Dalam beberapa kasus, tak jarang ditemukan produk tanpa cap. Atau seorang pedagang tak mengetahui bahaya zat yang digunakan saat mengolah makanan yang dibuat. Karena itu menurut Tulus, produk makanan penting diberi label. Tanpa itu, akan sulit bagi konsumen mengenal satu per satu produk berbahaya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Franky juga memberi tips untuk memudahkan masyarakat mengenal produk berbahaya. Yakni produk hendaknya memiliki izin edar dan kemasan hendaknya menggunakan bahasa Indonesia. Menurut Franky di sinilah peran BPOM dalam hal regulasi. “Jadi masyarakat sama-sama bisa melakukan pengawasan,” ucap Franky.

Bagi Franky, semua pihak bertanggung jawab mencegah produk-produk berbahaya ini sampai ke konsumen, termasuk penjual dan importir. Dan pemerintah berperan mencerdaskan konsumen mengenal produk berbahaya dengan sosialisasi yang intens. Industri juga berperan menarik produk yang habis masa berlakunya setelah melewati waktu tiga sampai lima bulan. [ant/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Punya Waktu 8 Hari Serang Nuklir Iran
Tulisan selanjutnya Rumah Sakit Katolik di NTT, Layani Pasien Miskin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Kepakaran Keilmuan

Berita
29 September 2026 20:47
Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
Perkuat Ukhuwah, UII Dalwa dan Majelis Ugama Islam Pattani Gelar Dialog Keislaman Melayu-Nusantara
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’

Terbaru

  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
  • UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Kepakaran Keilmuan
  • Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
  • Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?