Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Israel Punya Waktu 8 Hari Serang Nuklir Iran

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Agustus 2010 13:15
Bagikan
Bagikan


Hidayatullah.com–Israel punya waktu 8 hari untuk menyerang fasilitar nuklir Iran, jika tidak ingin radiasinya menyebar. Demikian kata John Bolton, mantan Dubes AS untuk PBB.

Sebagaimana dilansir AFP (17/8/2010), hari Senin lalu Bolton berbicara kepada Fox Business Network dan mengatakan, “Jadi jika Israel ingin menyerang Bushehr, maka ia harus bergerak dalam delapan hari ini.”

Jika Israel tidak menyerang, kata Bolton, maka Iran akan memiliki sesuatu yang tidak dimiliki musuh-musuh Israel dan AS di Timur Tengah lainnya, yaitu sebuah reaktor nuklir aktif. Dan jika diserang ketika reaktor itu sudah aktif, maka ada resiko penyebaran radiasi.

Sebagaimana diketahui Iran akan mempublikasikan secara online reaktor nuklir pertamanya, yang dibangun dengan bantuan Rusia, pada 21 Agustus mendatang. Pada saat itu, bahan nuklir akan mulai dimasukkan ke dalam pusat reaktor.

Namun ketika ditanya apakah Bolton benar-benar yakin Israel akan melancarkan serangan dalam delapan hari ke depan ini, ia skeptis.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Sepertinya tidak. Saya khawatir mereka akan kehilangan kesempatan ini,” jawabnya.

Menanggapi isu serangan tersebut, hari Selasa jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast mengatakan bahwa “ancaman-ancaman serangan semacam ini berulang kali diutarakan dan sudah kehilangan makna.”

“Menurut hukum internasional, instalasi yang benar-benar terdapat bahan bakar di dalamnya tidak boleh diserang, karena berakibat pada masalah kemanusiaan,” tambahnya.

Para pejabat Iran menegaskan, mereka mengambil langkah defensif guna mempertahankan reaktornya dari serangan yang mungkin terjadi.

Rusia mulai ikut mengembangkan reaktor Bushehr sejak pertengahan tahun 1990an. Namun proyeknya terus mengalami penundaan, karena itu adalah isu yang sensitif di tengah-tengah sikap Iran yang bergeming atas program nuklirnya meskipun diprotes AS dan Israel.

Proyek Bushehr sendiri pertama kali dicanangkan oleh Shah yang memimpin Iran pada tahun 1970an, dengan menggandeng kontraktor dari perusahaan Jerman, Siemens. Namun terpaksa dikandangkan ketika Shah digulingkan lewat Revolusi Iran tahun 1979. Setelah kematian pemimpin revolusi Ayatullah Rahullah Khomeini pada tahun 1989, proyek dihidupkan lagi oleh karena penggantinya; Ali Khamenei dan Akbar Hashemi Rafsanjani, mendukung proyek tersebut. Dan di tahun 1995 Iran berhasil meyakinkan Rusia untuk membantunya mengembangkan reaktor nuklir itu. [di/afp/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tubuh Perempuan Lebih Sensitif Terhadap Efek Alkohol
Tulisan selanjutnya BPOM Temukan Jajanan Berbahaya di Pasaran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?