Hidayatullah.com–Front Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB) membantah adanya usaha kelompok Muslim melakukan penyerangan terhadap Pendeta HKBP Pondok Timur Indah Bekasi Luspida Simanjuntak dan anggota Majelis HKBP Hasian Lumbantoruan Sihombing. Menurutnya, musibah itu terjadi akibat gesekan yang terjadi dengan masyarakat sekitar yang berlangsung lama.
“Tidak terjadi penyerangan yang direncanakan di sana, yang terjadi adalah insiden perkelahian antara jemaat HKBP dengan pemuda muslim yang diprovokasi, ” kata Ketua FAPB Abu Al-Izz kepada hidayatullah.com Rabu siang(15/9) Jakarta.
Ia juga menerangkan bahwa peristiwa itu berawal dari kekesalan para pemuda muslim atas ulah para jemaat HKBP yang seenaknya beribadah dilahan kosong di tengah pemukiman warga yang seringkali menimbulkan kemacetan dan kebisingan serta dinilai mengganggu akidah umat.
Tambahnya, akibat insiden tersebut para pemuda yang kini ditetapkan tersangka oleh kepolisian juga mengalami luka-luka yang cukup serius.
“Diantara yang ditangkap itu banyak yang luka-luka juga, ada yang bocor dan ada yang patah tulang, yang patah tulang itu si Ade Firman,” papar Abu Al-Izz.
Menurutnya,FAPB sedang mengupayakan agar permasalahan ini dapat didudukkan secara jernih, yaitu menerangkan bahwa yang sebenarnya HKBP harus bertanggung jawab pula terhadap insiden tersebut.
HKBP menurutnya terlibat secara aktif terhadap pra-kondisi insiden tersebut, karena mereka sudah seringkali melakukan provokasi terhadap masyarakat muslim sekitar.
“Seharusnya HKBP ditindak juga secara hukum, mereka yang lebih dahulu memprovokasi dengan kegiatan liar mereka dan kata-kata kotor kepada umat islam, ” ungkap Abu Al-Izz.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pada Ahad pagi, 12 September 2010, Pendeta HKBP Pondok Timur Indah Bekasi Luspida Simanjuntak dan anggota Majelis HKBP Hasian Lumbantoruan Sihombing mengalami luka-luka setelah bentrokan dengan pemuda sekitar. Insiden ini dipicu konflik pendirian gereja liar HKBP di Ciketing, Bekasi Timur yang berlangsung cukup lama. [bil/hidayatullah.com]