Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

90 Persen Muslim Tuna Netra Buta Alquran Braile

Ngadiman Djojonegoro
Terakhir diupdate:
Ngadiman Djojonegoro
Dipublikasikan 22 Desember 2010 21:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Jumlah umat muslim tuna netra yang tiap tahunnya terus bertambah tidak sebanding dengan ketersediaan Alquran Braile yang ada. Padahal setiap tahun permintaan akan Alquran Braile terus mengalami peningkatan.Hal ini juga sebagai pertanda semakin tingginya kesadaran umat muslim tuna netra untuk bisa membaca Alquran Braile dan tidak hanya sekedar mendengarkan firman Allah saja.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum LSM Ummi Maktum Voice (UMV), Entang Kurniawan (30), di Bandung, Rabu sore (22/12) dalam perbincangan dengan hidayatullah .com.

Menurut Entang, dari data yang dimiliki, 90% muslim tuna netra di Indonesia masih buta Alquran Braile. Dirinya memperkiraan ada lebih dari 2 juta kaum muslim tuna  netra di negeri ini.

”Sekarang tinggal dibalik saja, berarti baru sekira 10% saja dari 2 juta orang yang sudah ”melek” baca Alquran Braile,” jelasnya.

Tingginya angka “tidak melek” baca Alquran tersebut selain kendala SDM yang ada dan kepedulian umat Islam yang awas, juga masih tingginya biaya pengadaan Alquran Braile. Saat ini harga 1 set (30 juz) Alquran Braile mencapai Rp.1.650.000. Harga ini sudah termasuk biaya distribusi hanya untuk pulau Jawa saja. Sementara untuk wilayah luar Jawa biasa bisa lebih besar lagi.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

”Harga segitu baru Alqurannya saja plus terjemah lho, bandingkan dengan Alqurannya orang awas, 30 juz mungkin harganya hanya Rp.150.000. Itu juga sudah ada terjemah, tafsir, tajwid, dan lainnya,” ujar Entang.

Pihaknya sendiri selama lima tahun terakhir (2005-2010) baru mampu mengadakan dan mendistribusikan sebanyak 2300 set Alquran Braile ke seluruh Indonesia. Sementara jumlah tuna netra yang mengajukan mencapai 800 orang tiap tahunnya.

Entang sendiri mengakui jika pendanaan masih menjadi masalah. Hingga 2010 ini dana sebanyak 4 miliar rupiah telah berhasil dihimpun LSM-nya. Dana tersebut sebagian besar berasal dari donatur umat Islam. Sementara dari catatannya dana 250 juta berasal dari pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Jawa Barat. Namun dirinya enggan bilang jika kepedulian pemerintah terhadap pengadaan
Alquran Braile dinilai masih minim.

”Silakan simpulkan sendirilah, segitu juga sudah kita anggap peduli meski kebutuhan kita masih lebih besar, kita syukuri saja,” ujar pria yang tahun ini bisa naik haji atas biaya seorang donatur ini.

Disinggung rencana selanjutnya ,Entang mengatakan, untuk lima tahun ke depan (hingga 2015) pihaknya menargetkan 10.000 set Alquran Braile dapat tercetak dan terdistribusikan. Sementara dana yang dibutuhkan mencapai 24 miliar rupiah. Namun dirinya meminta agar jangan melihat besarnya biaya, tetapi besarnya manfaat bagi kaum tuna netra.

”Kami berikhtiar agar kebutaan ini tidak belanjut hingga ke akhirat, cukup di dunia saja kami buta mata, namun tidak buta mata hati,” ujarnya di kantor LSM Ummi Maktum Voice Jl. Pasir Salam No. 29 Bandung telp. 022-5228552 dan 08112233494

Pemberdayaan Muslim
Entang sendiri buta sejak lahir, namun dirinya tidak menyerah untuk bisa membaca Alquran Braile. Kini Entang selain memimpin LSM yang fokus terhadap pemberdayaan kaum muslim tuna netra, terutama pengadaan Alquran Braile, juga menjadi trainer bagi teman-temannya yang ingin belajar membaca Alquran Braile.

Untuk itu dirinya mengajak kaum muslim yang awas untuk lebih peduli kepada yang tuna netra, terutama dalam pengadaan Alquran Braile, yakni dengan cara berwakaf. Saat ini harga 1 Alquran Braile (1 juz) sebesar Rp.55.000.

Sementara ditemui terpisah, Kepala Percetakan Alquran Braile Yayasan Penyantun Wiyata Guna (YPWG) Bandung, H Ayi Ahmad Hidayat (55), membenarkan apa yang dikatakan Entang Kurniawan.

Menurut Ayi, penyebab mahalnya biaya Alquran Braile salah satunya tingginya harga kertas yang digunakan. Pihaknya juga mengaku tidak mengambil untung dari pencetakan tersebut.

”Jujur saja kita tidak ambil keuntungan dari pencetakan ini, semua untuk kemaslahatan umat. Ada yang pesan Alquran Braile saja kita sudah senang, berarti ada yang peduli pada mereka,” ujarnya.

Diakui Ayi, kualitas kertas sangat mempengaruhi harga Alquran Braile. Saat ini pihaknya sengaja menggunakan kertas khusus yang masih diimpor untuk menjaga kualitas agar lebih lama digunakan.

”Sebenarnya kita bisa cetak dengan harga murah, tentu dengan kertas apa adanya, tetapi umurnya pun tidak lebih satu tahun. Namun dengan kertas ini insya Allah bisa bertahan hingga sebelas tahun, dengan catatan jangan terendam air,” aku pria yang sudah dua belas tahun bergelut mencetak Alquran ini.

Perlu diketahui Alquran Braile sendiri menggunakan huruf braile, yakni huruf berupa titik-titik timbul pada kertas, sehingga jika sering dibaca (diraba) akan cepat rata.

Ayi menambahkan, harga segitu sudah tergolong murah karena sudah termasuk biaya distribusi. Pihaknya juga mengaku sudah menekan seminim mungkin menekan biaya cetak.

Dengan mesin tua yang ada saat ini dan dibantu lima orang karyawan, pihaknya mampu mencetak 100 set Alquran Braile tiap bulannya (1 set = 30 juz,red). Ayi juga mengaku bahwa saat ini tinggal pihaknya yang masih mencetak Alquran Braile di Indonesia. Sementara yang di Yogyakarta dan Jakarta sudah tidak beroperasi lagi. Itu yang menjadi mahalnya biaya distribusi.

Namun dirinya tetap sabar dan bahagia melayani permintaan Alquran Braile dari seluruh tanah air ini. Salah satu yang membuat dirinya tetap bertahan dan membuatnya bahagia, selain bisa membantu kaum tuna netra bisa memiliki Alquran Braile, adalah dirinya masih dipercaya mengoperasikan mesin pencetak braile yang tinggal satu di dunia.

”Menurut Mr. Smit dari Helen Keller International (sebuah LSM yang peduli pada tuna netra, red) mesin ini tinggal satu-satunya di dunia dari enam mesin yang pernah dibuat. Jadi boleh dikata kami ini salah satu penjaga ‘warisan dunia’,” canda Ayi.

Hal ini bisa jadi benar, mengingat mesin buatan Jerman tersebut tertulis dibuat tahun 1950, sehingga telah 60 tahun beroperasi. (man/hidayatullah.com)

Foto insert: Entang Kurniawan, yang bersedia menerima wakaf Alquran braile dari umat Islam. 

Redaktur: Ngadiman Djojonegoro
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ekonomi Syariah Bukan Sekadar Sektor Perbankan
Tulisan selanjutnya “Bunuh” Bank Konvensional dengan Tidak Menggunakannya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?