Hidayatullah.com—Angka perceraian ditengarai terus merangkak naik. Dalam lima tahun terakhir saja, tren perceraian meningkat tajam. Setelah reformasi tercatat angka perceraian meningkat hingga 4 – 10 kali lipat dibandingkan sebelum reformasi. Pada tahun 2009, ada 250 ribu kasus perceraian. Jumlah itu setara dengan 10% dari angka pernikahan di tahun 2009. Mayoritas kasus perceraian (70%) di pengadilan agama adalah cerai gugat, di mana pihak istrilah yang menggugat cerai suaminya.
Untuk membantu mengatasi masalah perceraian, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), meluncurkan program yang diberi nama “Bunda Peduli” sebagai upaya mengambil peran sebagai konselor ketahanan keluarga.
“Program Bunda Peduli ini nantinya juga akan menghadirkan ke tengah masyarakat model bunda sukses yang membangun ketahanan keluarga,” ujar Ketua DPP Bidang Perempuan PKS, Anis Byarwati, Selasa (25/1).
Dituturkan Anis, banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya perceraian. Namun apapun penyebabnya, hal ini menjadi keprihatinan perempuan PKS. Untuk itu, dalam salah satu agenda Rapat Koordinasi (Rakornas) Bidang Perempuan PKS Sejahtera, 27 – 29 Januari ini, Bidang Perempuan DPP PKS akan mematangkan berbagai program terkait persoalan ketahanan keluarga.
Selama ini, sambung dia, kader-kader perempuan PKS telah menjadi tempat curhat dan rujukan pendapat dari perempuan berbagai kalangan terhadap persoalan-persoalan hidup. Potensi besar ini akan dikembangkan lebih lanjut oleh Bidang Perempuan PKS.
Lebih lanjut Anis menjelaskan, pihaknya telah merencanakan untuk melatih kader-kader perempuan PKS di setiap kelurahan dengan keterampilan konseling ketahanan keluarga. Keterampilan ini akan menjadi nilai tambah bagi kader-kader perempuan PKS yang selama ini telah dibekali dengan pemahaman utuh tentang membangun ketahanan keluarga.
Selain merencanakan program Bunda Peduli, Bidang Perempuan DPP PKS juga akan menggulirkan program Ayah Proaktif. “Kami menyadari bahwa terwujudnya keluarga yang memiliki daya juang dalam membangun ketahanan keluarga bukan berasal dari sentuhan perempuan saja, tetapi peran ayah juga sangat dibutuhkan.”
Oleh karena itu, Bidang Perempuan PKS akan menggulirkan berbagai kegiatan yang memotivasi para ayah Indonesia untuk perhatian dan terlibat dalam kegiatan pendidikan anak dan menjaga ketahanan keluarga. *