Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ribuan TKW di Mesir Tak Terlacak

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 7 Februari 2011 08:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ribuan tenaga kerja wanita (TKW) yang mengadu nasib di Mesir tak bisa terlacak di tengah kekacauan politik di negeri Ratu Cleopatra ini.

“Sekitar 5.000 TKW di Mesir tak bisa terlacak karena mereka tidak melapor ke KBRI saat kedatangan mereka,” kata Kepala Fungsi Protokol dan Konsuler (Protkons) KBRI Kairo, Muhammad Abdullah kepada ANTARA di Kairo, Ahad malam.

Menurut Protkons Abdullah, yang selalu mengurusi TKW bermasalah, para TKW tersebut biasanya melapor ke KBRI bila memperpanjang masa berlakunya paspor atau bermasalah dengan majikan mereka.

KBRI selalu memperbarui data WNI dan yang resmi tercatat di KBRI 800 orang, katanya.

Undang-undang tenaga kerja Mesir melarang pekerja asing non-formal.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Mereka datang ke Mesir lewat negara ketiga yang merupakan rembesan dari Arab Saudi dan negara-negara Teluk.

Abdullah menuturkan, para TKW itu umumnya datang ke Mesir dibawa oleh majikan mereka dari Arab Saudi dan negara-negara kaya minyak Teluk saat berlibur ke Mesir dan kemudian mereka berpindah majikan.

“Di Mesir, mereka umumnya berkerja sebagai pembantu rumah tangga di kalangan masyarakat menengah ke atas, seperti pengusaha, artis dan pejabat pemerintah,” katanya.

Mantan staf Protokol dan Konsuler KBRI Kairo, Muhammad Haras Baco, yang biasa ditugasi mengurus TKW bermasalah, mengatakan memang cukup banyak mereka bekerja di Mesir.

“Saya mendapat informasi dari orang-orang Mesir dan pihak imigrasi setempat bahwa pekerja rumah tangga dari Indonesia lumayan banyak, tapi mereka semuanya ilegal,” kata Haras Baco yang telah belasan tahun bermukim di Mesir.

Selain di Kairo, para TKW juga bekerja di sejumlah provinsi seperti Iskandariyah, Luxor, Marsa Matruh dan Suez, dan Port Said, ujar Haras, dan menambahkan, di antara mereka datang dari Yordania. KBRI menyediakan tempat penampungan bagi TKW bermasalah dan hampir setiap tahun KBRI memulangkan pekerja bermasalah tersebut.

Beberapa orang di antaranya baru saja dipulangkan lewat kloter evakuasi WNI yang disediakan pemerintah Indonesia.

Sementara itu, evakuasi warga negara Indonesia (WNI) kloter ketiga telah diberangkatkan dengan pesawat Garuda dari Bandara Kairo ke Jakarta pada Ahad petang dan dijadwalkan tiba di Jakarta pada Senin (7/2) pagi.

Pesawat Garuda jenis Boeing 747 pada kloter ketiga tersebut mengangkut 401 WNI, terdiri atas 317 mahasiswi, 69 mahasiswa, 11 anak dan empat TKW.

Evakuasi kloter keempat direncanakan berlangsung pada Selasa (8/2), kata Protkons Abdullah. *

Foto: Evakuasi WNI/republika

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kecam Kekerasan, Pemerintah Tetap Minta Taati SKB 2 Menteri
Tulisan selanjutnya Mesir dan Urgensi Perubahan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Berita
13 Juli 2026 06:00
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?