Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kronologis Bentrokan Cikeusik Versi Warga

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 15 Februari 2011 12:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Rasna, warga Desa Umbulan Cikeusik, Pandeglang, Banten mengungkapkan bahwa kabar akan adanya aksi masyarakat menolak keberadaan Ahmadiyah di desanya sudah ia dengar sejak Sabtu (5/2) pagi. Rumah Rasna persis di sebelah kanan rumah Suparman, pimpinan jemaah Ahmadiyah Cikeusik.

Menurut cerita Rasna, pada Sabtu pagi, ibunya Suparman memberitahukan kepada Rasna bahwa besok (Ahad, 6 Februari 2011) akan terjadi demo di rumahnya. Informasi itu didapatkan ibunya Suparman dari kepolisian setempat. Pada Sabtu siang, Suparman dan keluarganya pergi ke Polsek Cikeusik untuk minta perlindungan.

Namun, pada Ahad pagi, sekitar pukul 7, datang tamu ke rumah Suparman. Jumlahnya sekitar 20 orang pria datang dengan mengendarai 2 mobil (Innova dan APV) dan beberapa motor. Ketika itu polisi sudah mulai berjaga-jaga, karena massa dari berbagai penjuru sudah ada yang datang. Beberapa orang polisi terlihat masih duduk di depan rumah Rasna.

Rasna melihat sendiri, tamu-tamu itu membawa senjata tajam. “Saya melihat mereka membawa golok dan tombak. Dua karung batu dan badil (ketapel),” kata Rasna saat ditemui hidayatullah.com di teras rumahnya.

Rasna melihat dengan jelas mereka menurunkan barang-barang itu ke dalam rumah Suparman. Tidak lama kemudian, beberapa orang pria keluar sambil memainkan senjata yang mereka bawa tadi. “Dari cara memainkan senjata, mereka seperti sudah terlatih,” terang Rasna.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Polisi mencoba berunding dengan tamu yang mengaku dari jemaat Ahmadiyah ini. Polisi meminta agar mereka meninggalkan rumah Suparman segera, karena ini akan memancing kekerasan.

Namun, salah seorang perwakilan mengatakan menolak untuk pergi. Bahkan mereka mengatakan, “Kami ingin menjaga aset agama kami. Kalau Polisi tidak bisa menjaga kami, tidak apa-apa, kami bisa menjaga diri sendiri.”

Beberapa senjata, seperti tombak sempat dilucuti oleh polisi dari salah seorang anggota Ahmadiyah. Ketika itu jumlah massa semakin bertambah banyak. Melihat situasi itu, Rasna berusaha untuk mengevakuasi anggota keluarganya ke tempat aman. Dia khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Teriakan “takbir” dan “bubarkan Ahmadiyah” mengawali terjadinya “pertempuran” pagi menjelang siang itu, sekitar pukul 10.00 WIB. Melihat jumlah massa yang ribuan, orang-orang Ahmadiyah itu lari tunggang-langgang ke arah sawah. Hingga terjadi baku hantam antara massa dengan jemaat Ahmadiyah itu.

Rasna tetap berjaga-jaga di depan rumahnya. Ia tidak menginginkan jika situasi itu membawa dampak ke rumahnya yang baru saja selesai dibangun. Situasi semakin kacau itu, Rasna hanya bisa terus menyaksikan. Penyiksaan terhadap seorang warga jemaat Ahmadiyah terjadi di halaman rumahnya.

Rasna mengaku tidak kenal dengan massa yang kumpul itu. “Mereka bukan warga Cikeusik, saya tidak kenal mereka,” kata Rasna.

Dugaan keterlibatan orang luar desa dalam bentrokan Cikeusik juga dilontarkan Saimad, warga Desa Umbulan lainnya. ”Semakin siang, massa semakin banyak. Mereka datang dari berbagai arah. Tidak satu pun yang saya kenal,” ujar Saimad yang menyaksikan bentrokan itu dari jarak 30 meter.

Rasna dan warga Umbulan tahu kalau Suparman menganut Ahmadiyah. Hanya saja, tidak ada sedikit pun keinginan dari masyarakat setempat akan melakukan hal sedahsyat itu.

“Kalau kami memang mau melakukan hal itu, mungkin sudah kami hancurkan rumah itu,” kata Rasna. Tapi, kata Rasna, ia masih merasa kasihan karena dianggap sebagai tetangga.

“Kalau saya mau juga, mungkin sekalian saya tunjukan rumah lain yang juga menganut Ahmadiyah,” kata Rasna.*

 

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden SBY Hadiri Dzikir Akbar Majelis Rasulullah
Tulisan selanjutnya Kuasa Hukum: Dakwaan Jaksa tidak Jelas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira

Berita
21 Juli 2026 22:15
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam

Terbaru

  • PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
  • Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?