Hidayatullah.com–Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shodaqah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (LAZIS DDII) akan meresmikan stasiun air di desa Bumiharjo Klaten, Jawa Tengah. Demikian rilis LAZIS DDII yang diterima hidayatullah.com.
Dipilihnya Desa Bumiharjo, karena di desa yang terletak di lereng timur Gunung Merapi itu merupakan kawasan yang minus air.
“Terutama di musim kering. Sehingga, mandi dua kali atau bahkan sekali sehari saja, jadi kemewahan buat mereka. Sedangkan untuk keperluan dapur warga, sebuah mobil tangki air rutin memasoknya dengan tebusan sampai Rp 200 ribu per tangki (5000 liter) yang hanya cukup untuk hidup hemat air selama 2 pekan,” tulis LAZIS DDII dalam rilisnya.
Program ini terlaksana berkat kerjasama LAZIS DDII dengan Global Peace Malaysia (GPM). Dalam rilis itu dijelaskan, kelak, stasiun air ini akan menghidupi warga Bumiharjo melalui sistem distribusi terminal berbasis masjid.
Stasiun air itu sekaligus akan difungsikan sebagai sekretariat da’i Dewan Dakwah untuk membina umat setempat. Saprotan (sarana produksi pertanian) pun akan tersedia di sana.
Proyek pengeboran dan pembangunan instalasi dilaksanakan Pusat Pengembangan Geologi Nuklir BATAN. Setelah sempat tiga kali gagal menembus kedalaman bumi, akhirnya air ditemukan pada pengeboran keempat di kedalaman 210 meter. Debitnya mencapai 5,5, liter/detik.
Stasiun Air Dewan Dakwah yang merupakan sumur air swasta pertama ini merupakan stasiun air tertinggi di Kecamatan Kemalang. Stasiun air ini sudah beroperasi sejak setahun terakhir, dan menjadi posko pengungsi serta pemasok air bersih bagi warga korban letusan Gunung Merapi pada Oktober-November 2010.
Stasiun air Dewan Dakwah akan diresmikan penggunaannya oleh Ketua Umum Dewan Dakwah, Syuhada Bahri, Selasa, 22 Maret 2011 bertepatan dengan Hari Air Sedunia.*