Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Politisi Konservatif Australia Ingin Larang Burqa

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 15 April 2011 14:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kubu oposisi tingkat federal Australia mendukung pernyataan seorang menteri dari negara bagian Australia Barat yang menyebut burqa tidak cocok dengan kebudayaan di negeri kanguru ini dan karena itu tidak boleh dipakai.

Menteri Urusan Wanita Robyn McSweeney memicu debat kusir ketika ia secara tegas menentang burqa dan mencapnya sebagai musuh untuk gaya hidup orang Australia.
Kepada The Australian  McSweeney mengatakan, pengguna burqa adalah wanita yang sedang tertindas.

“Saya hanya akan mau bagi mereka sekali mempunyai kebebasan untuk memperlihatkan muka mereka.”

Seolah mengerti tentang Islam, Sekretaris parlemen dari oposisi untuk status wanita, Michaelia Cash, mendukung McSweeeny dengan menyebutkan bahwa burqa tidak ada hubungannya dengan agama karena Islam hanya mengajarkan kesederhanaan dan bukan untuk menutupi seluruh wajah karena hal itu dapat menutupi identitas wanita dan mengucilkannya dari masyarakat.

Namun keduanya tidak menganjurkan UU larangan burqa, hanya meminta warga Australia untuk membahasnya tentang apakah burqa layak dipakai atau tidak.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Namun senator kubu Liberal Cory Bernardi mengatakan, burqa sebagai pakaian yang mengancam keamanan. Ia termasuk yang setuju pelarangan burqa di Prancis,  di mana perempuan yang menggunakannya  akan didenda E150 ($ 205).

Bernardi, adalah salah satu politisi yang pernah mengusulkan RUU pelarangan burqa dan pernah mengatakan burqa (cadar) dapat memicu kejahatan.

Komentar Bernardi tahun 2010 itu menuai kecaman dari Perdana Menteri Kevin Rudd serta pemimpin oposisi Tony Abbott. Keduanya menilai aturan tersebut bukanlah kebijakan yang harus diambil oleh Australia saat ini.

Sementara itu, seorang muslimah di Sydney Ummu Jamaal, yang telah menggunakan burqa selama 18 tahun, mengatakan ia ingin bertemu dengan para politisi penenta ng burqa agar mereka bisa kan mengubah persepsinya.

Dia mengatakan tidak dipaksa dalam menggunakan burqa. Termasuk paksaan dari suami. Ia menggunakannya semata-mata ingin dekat dengan Allah. “Kami memakainya karena kami ingin lebih dekat dengan Tuhan,” katanya.

Seorang Menteri Australia Kate Ellis mengatakan pemerintah tidak mempertimbangkan larangan burqa meski mengakui ada perbedaan pandangan tentangnya.

Dia mengatakan pandangannya bahwa pemerintah harus mendukung pilihan seseorang dalam berpakaian dan mendorong pemahaman keanekaragaman.

Sampai hari ini, berbagai tanggapan pro dan kontra bermunculan dari para pejabat pemerintah tingkat negara bagian. Sebagian ada yang mendukung, dan sebagian ada yang menolak.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:burqacadarold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Obama Puji Qatar dalam Masalah Libya
Tulisan selanjutnya Pipiet Senja Tulari Pelajar dan TKW Malaysia Ilmu Menulis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Berita
31 Agustus 2026 21:38
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?