Hidayatullah.com — Direktur Lembaga Kajian Politik dan Syariat Islam (LKPSI) Fauzan Al Anshari, mengatakan pihak yang paling tahu apa motif bom yang meledak di Polresta Cirebon belum lama ini adalah sang pelaku. Namun sayangnya pelaku sudah tiada.
Namun yang sangat mengherankan, lanjut Fauzan, banyak orang yang disebut media sebagai analis sangat bernafsu menuding bahwa tindakan bom bunuh diri tersebut dilakukan sebagai implementasi dari ideologi takfir (pengkafiran terhadap seseorang).
“Padahal manhaj takfir tidaklah segegabah itu. Andaikata benar, dia (pelaku bom, red) tidak paham mana kafir harbi dan dzimmi,” kata Fauzan kepada Hidayatullah.com, Senin, (18/04).
Aksi bom yang meledak di masjid tersebut juga dinilai Fauzan tidak masuk sebagai kategori masjid dhiror atau masjid yang dibangun untuk memecah-belah umat karena konteksnya tidak jelas.
Meski demikian, Fauzan justru menghawatirkan dampak dari aksi ledakan itu. Sebab kata Fauzan, ada sejumlah kalangan yang begitu sangat bernafsu segera menyalahkan intelijen, yang pada ujungnya kelihatan agar segera mendesak RUU Intelijen yang kini tengah dibahas segera disahkan.
“Supaya para intel bisa menangkap para ustadz yang vokal,” ungkap Fauzan.
Yang lebih lucu lagi, imbuh dia, para analis selalu menggunakan kacamata kuda untuk kemudian mengaitkan pelaku dengan jaringan lama hanya karena kesamaan material.
“Padahal semua tahu teknis pembuatan bom ada di internet yang bisa diakses oleh siapapun,” kata mantan petinggi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) ini.
Menurut Fauzan, aksi Bom Cirebon tersebut adalah reaksi aparat yang dinilai sering membunuh, menculik, dan menyiksa orang yang masih terduga dan belum terbukti sebagai teroris. Apalagi pelaku tahu bagaimana Abubakar Baasyir disekap di Polresta Banjar.
Sebagaimana diberitakan media, sebuah ledakan terjadi di sebuah Masjid di kompleks Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, Jumat (15/4). Seluruhnya korban adalah jamaah shalat Jumat di masjid tersebut.
Ledakan itu terjadi sekitar pukul 12.35 WIB, tepat saat shalat Jumat baru dimulai. Hingga saat ini, belum terlihat garis polisi melintang di lokasi kejadian. Satu orang diduga tewas.*