Hidayatullah.com—Sekretaris Jenderal International Conference for Islamic Scholars (ICIS), KH Hasyim Muzadi menilai perayaan Hari Kemerdekaan Israel ke-63 yang bakal diselenggarakan di Jakarta, Sabtu (14/5) merupakan tindakan kontroversi. Hal ini dikatakan Muzadi seusai berdiskusi dengan kelompok wartawan Amerika Serikat dalam acara bertajuk International Reporting Project di Kantor ICIS, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (11/5) sore.
“Saya tidak menggunakan istilah melarang atau pun setuju. Itu merupakan hal yang kontroversi. Lebih baik hal itu tidak dilakukan,” katanya.
Hal-hal yang berbau kontrversi, jelas Muzadi, dapat memicu penolakan dari pihak lain, seperti yang bakal dilakukan Front Pembela Islam (FPI).
“Sehingga ini dapat membebani pemerintah. Yang kita cari itu kan ketenangan dan kemaslahatan,” jelas mantan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Nahdlatul Ulama (NU) itu.
Jadi, jika panitia tetap menggelar acara itu maka harus siap dengan resikonya. “Kalau berani bikin ya harus berani menanggung resiko,” tandasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Komunitas Yahudi di Indonesia akan merayakan Hari Kemerdekaan Israel ke-63 di Ibu Kota Jakarta. (“63rd Israel Independence Day Ceremony in Jakarta – Indonesia”).
“Kami akan menggelar HUT (hari ulang tahun) Kemerdekaan ke-63 Israel pada Sabtu (14/5/2011) mendatang,” ujar inisiator acara Unggun Dahana dikutip Inilah.com hari Rabu.
Acara ini juga dikampanyekan Unggun di beberapa situs termasuk laman Facebook. Hanya saja, dalam beberapa jaringan FB kelompok ini, lokasi acara sengaja disembunyikan.
“Tempat dan waktu acara akan diumumkan menjelang detik-detik terakhir,” katanya.
Unggun juga menyebutkan perayaan hari kemerdekaan Israel bukan hanya dilakukan di Jakarta, namun pernah juga digelar di Manado dan Papua.
Ia mengatakan, perayaan seperti ini rupanya juga pernah digelar di Manado dan Papua. Sedangkan di Jakarta baru pertama kali.
Sebagaimana diketahui, Indonesia tak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan Yahudi bukan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Meski demikian, mereka juga makin berani secara terbuka di hadapan publik. *