Hidayatullah.com–Sejumlah tokoh nasional melakukan silaturahmi ke PP Muhammadiyah untuk membahas mengenai “Mencegah Kebangkrutan Negara”, baik dari permasalahan penegakan hukum, ekonomi maupun sosial.
Tokoh nasional yang hadir di acara silaturahmi pada Kamis (16/6), antara lain, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Ketua Nasional Demokrat Surya Paloh, Ketua MPR Taufiq Kiemas, mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra, mantan Rektor UGM Sofyan Effendi, Rizal Ramli, dan Bambang Sudibyo.
Juga ada budayawan Taufik Ismail, Marwah Daud Ibrahim (ICMI), Koordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhie Massardi, dan Kwik Kian Gie.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, mengatakan, silaturahmi para tokoh nasional ini untuk mencari solusi yang terbaik mencegah kebangkrutan negara yang mengancam bangsa Indonesia.
Kebangkrutan negara, kata dia, dilihat dari kasus korupsi yang terus merajalela, masalah ekonomi, sosial dan lainnya.
“Yang paling bahaya adalah korupsi dikuasai oleh negara,” ujar Din.
Ia berharap pemerintah dan masyarakat yang ikut memberikan “saham” menciptakan masalah itu, bisa melakukan introspeksi dan bisa mencari jalan keluar untuk mencegah kebagkrutan negara.
“Kita harus bangkit,” katanya, menegaskan.
Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra, mengatakan, saat ini indeks korupsi di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
“Ini menunjukkan kegagalan penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi. Meski sudah ada UU dan lembaga penegak hukum seperti KPK, namun penegakan hukum masih belum berjalan dengan baik,” ucapnya.
Ia menambahkan, bila Indonesia mau “survive” maka harus ada penegakan hukum. Kalau tidak ada penegakan hukum, maka akan terjadi pelanggaran hukum, seperti pelanggaran HAM, ekonomi dan sosial.*




