Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Gerakan ‘Satu Jari’ Lawan Dominasi Asing

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 22 Juni 2011 21:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ekonomi Indonesia benar-benar dalam jajahan asing. Betapa tidak, hampir seluruh sektor ekonomi dikuasai asing, seperti pasar tekstil, 80 persen, farmasi 80 persen, dan industri teknologi 92 persen. Hal diperparah lagi dengan diberlakukannya pasar bebas (CAFTA). Kini, banyak pengusaha dalam nergeri gulung tikar.

Pernyataan itu disampaikan Ir. Heppy Trenggono, penggagas ‘Beli Indonesia’ saat membuka Kongres Kebangkitan Ekonomi Indonesia (KKEI) di Diamond Solo Convention Center, Jawa Tengah Rabu (22/06/2011). Heppy mengatakan, kondisi darurat itu harus segera diatasi. Sebab, bila tidak, perekonomian bangsa Indonesia selamanya akan dikuasai asing. 

Lebih jauh, pengusaha kelapa sawit ini menjelaskan, Indonesia jauh tertinggal dari negara tetangga, Singapura misalnya. Ekspor Indonesia lebih kecil 50 persen dari negara tersebut, padahal luasnya hanya 689 km. Meski demikian, bangsa Indonesia masih sibuk membesarkan negara asing. Buktinya, kata Heppy, saham negara di freeport hanya sekitar 9 persen, selebihnya lari ke negara asing.  

Karena itu, Happy dan sekitar 412 pengusaha lainnya yang tergabung dalam gerakan ‘Beli Indonesia’ dari seluruh Indonesia ini melakukan gerakan penyelamatan ekonomi bangsa. Gerakan yang bertujuan cinta produk dalam negeri ini disimbolkan dengan dengan bentuk satu jari.

“Nanti orang akan tahu bahwa satu jari adalah simbol Beli Indonesia,” tegasnya ketika jumpa pers kepada wartawan sambil mengangkat jari telunjukknya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Meski dengan simbol satu jari, namun Heppy sangat optimis gerakan itu bisa melawan dominasi ekonomi asing. Sebab tujuan ini adalah membeli produk Indonesia, yang berarti membela martabat dan kejayaan bangsa serta memupuk semangat persaudaraan.

Terkait dengan produk, ia mengklasifikasikan dalam tiga hal. Pertama, produksi di Indonesia dan dimiliki bangsa Indonesia. Kedua, produksi di Indonesia dan dimiliki asing, dan ketiga, produksi di luar negeri dan diimpor ke Indonesia.

Ia mengimbau agar masyarakat mau membeli produk dalam jenis pertama. Dengan demikian, membela produk Indonesia berarti menumbuhkan industri dan menciptakan lapangan kerja. Bila hal ini terjadi, Indonesia tidak akan menjadi negara miskin.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Cara Pemenang “Menjaga” Al-Qur’an
Tulisan selanjutnya Bangladesh Pertahankan Islam Agama Negara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Standardisasi Dai MUI Buka Pintu Pengabdian Alumni Timur Tengah

Berita
3 November 2026 19:02
Lancarkan Serangan ke Pulau Qeshm Iran, AS: ‘Tindakan Defensif’
Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika
Muhammadiyah Tawarkan Pendampingan Hukum untuk Kasus di Ponpes Hamalatul Qur’an
Pintar Saja Tidak Cukup, Ilmu Harus Bersendi Akhlak

Terbaru

  • Standardisasi Dai MUI Buka Pintu Pengabdian Alumni Timur Tengah
  • Garda Revolusi Iran Klaim Lumpuhkan Dua Drone AS di Selat Hormuz
  • MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo terkait Penggeledahan Pesantren Hamalatul Qur’an
  • MUI: Petugas Ibadah Haji Harus Muslim, Nonmuslim Bisa Bantu Teknis
  • Bekas Jubir Militer ‘Israel’ Akui Memanipulasi Kebenaran Genosida Gaza
  • Lancarkan Serangan ke Pulau Qeshm Iran, AS: ‘Tindakan Defensif’
  • Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya Buntut Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an
  • Tifatul Sembiring Desak Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggeledahan Pesantren Himalatul Qur’an
  • Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’
  • KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?