Hidayatullah.com—Gabungan ormas Islam Kabupaten Blitar berencana menggelar aksi massa guna mendesak wilayah kota itu bebas dari maksiat dan pelacuran.
Jika tak ada aral melintang, Hari Selasa (06/12/2011) puluhan ribu ormas Islam di Kabupaten Blitar, Jawa Timur akan melakukan aksi massa. Acara bertema “Apel dan Istighosah Dukung Blitar yang Relijius dan Bebas Maksiat” ini akan dihadiri antara lain Nahdhatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
“Yang pasti adalah jamaah NU, Banser dan gabungan umat Islam (GUIBB), “ujar Ketua MUI Blitar KH. Ahmad Zamroji kepada hidayatullah.com, Senin (05/12/2011).
Menurut Zamroji, acara yang dipanitiai oleh Banser NU ini akan mendesak dan mendukung Pemerintah Kabupaten Blitar agar lebih relijius dan bebas dari maksiat.
Seperti diketahui, bulan Juni 2011 lalu, pemerintah setempat telah mengumumumkan prostitusi di Kabupaten itu resmi ditutup.
Pelarangan dan penutupan lokalisasi ini dimulai dari Lokalisasi Poluhan di wilayah barat wilayah Kabupaten Blitar. Selanjutnya bergeser ke arah timur di Lokalisasi Pasir Harjo desa Talun, dan terakhir di Lokalisasi Ngreco Desa Selorejo.
Penutupan lokalisasi di Kabupaten Blitar ini berdasarkan Perda Nomer 15/2008 tentang Pelarangan Prostitusi dan Penangganan Wanita Tuna Susila – Pria Tuna Susila (WTS-PTS) dan ditindak lanjuti dengan SK Bupati Blitar Nomer 188/231/409.012/KPTS/2011 tentang penutupan lokalisasi dan praktek prostitusi di Kabupaten Blitar.
Penutupan bahkan melibatkan sekitar 300 aparat yang terdiri 150 anggota polisi, 100 anggota satpol PP dan 100 anggota TNI.
Namun menurut Zamroji, yang telah benar-benar tutup hanya yang di Poluhan. Sedang di Ngreco, Pasirharjo, masih beroperasi.
Sebelum ini, beberapa penghuni lokalisasi di Kabupaten Blitar pernah mengancam unjuk rasa telanjang bahkan ada provokator yang mengancam menyebarkan virus HIV/AIDS jika lokasi pelacuran ditutup.*
Keterangan: Dai MUI sedang memberi bimbingan WTS Blitar