Hidayatullah.com—Di tengah gencarnya kampanye antimerokok di Indonesia, ternyata perokok di Kota Bogor masih terbilang tinggi. Berdasarkan laporan Aliansi Masyarakat Anti Rokok (AMAR) Kota Bogor, 52 persen dari jumlah penduduk Kota Bogor yang mencapai satu juta, masih tergolong perokok aktif.
Ketua AMAR Kota Bogor Ace Sumanta menuturkan, hasil penelitian dan survei tersebut dilakukan dengan menebar data ke sejumlah masyarakat Kota Bogor.
Kesimpulannya, dari 52 persen perokok itu, 12 persen di antaranya masuk dalam kategori ragu-ragu. Alasannya karena beberapa faktor, antara lain stres dan bimbang. Sedangkan 40 persen termasuk dalam kategori perokok aktif.
“Kesimpulan lainnya, faktor penyebab merokok di antaranya kebiasaan orang tua yang merokok di depan anak-anaknya sehingga ditiru,” kata Ace.
Selain itu, faktor lingkungan dan pergaulan zaman pun masih menekankan faktor klasik yang menyebutkan jika kaum laki-laki tidak merokok dikatakan tidak jantan.
“Padahal, pola pemikiran seperti itu yang harus dihilangkan karena akan berdampak buruk pada orang yang tidak merokok,” tutur pria yang aktif mengkampanyekan perda KTR itu.
Ace menjelaskan, dari hasil penelitiannya menunjukkan masyarakat Kota Bogor yang merokok sebagian besar berasal dari golongan menengah ke bawah, dari segi penghasilan, jabatan, dan pendidikan.
“Justru, orang-orang yang mapan dan memiliki intelektualitas tinggi, menghindari untuk merokok karena tahu dampak buruk bagi kesehatannya,” ujarnya, dimuat JPNN
Berdasarkan WHO, satu kali asap rokok terhirup, sama dengan memasukan 4.000 jenis zat berbahaya ke dalam tubuh, seperti nikotin dengan kandungan pestisida, tar yang berupa campuran aspal, zat formalin, atau arsen yang merupakan racun mematikan, dan karbonmonoksida.*
Perokok di Bogor Masih Tinggi
