Hidayatullah.com—Memahami akar masalah dipandang lebih ampuh mencegah praktik terorisme ketimbang menerapkan hukuman dan tindakan tegas, bahkan pembunuhan terhadap pelaku aksi teror itu.
Guru Besar dan juga Dekan Fakultas Hukum Unsri, Prof Amzulian Rifai, mengatakan, bila tidak mengetahui akar permasalahannya. maka teroris tetap ada.
“Oleh karena itu penyelenggara negara tidak boleh melakukan tindakan keras terhadap pelaku radikal tersebut,” kata Rifai, Kamis (23/6).
“Mereka harus mampu menemukan akar permasalahan dari radikalisme dan terorisme,” kata guru besar Fakultas Hukum Unsri tersebut.
Selain itu, katanya, harus ditanyakan secara mendalam apa sesungguhnya akar permasalahan radikalisme dan terorisme tersebut.
Lebih lanjut dia mengatakan, mengapa orang melaksanakan tindakan kekerasan dan memilih aksi teror sehingga tidak memiliki perasaan takut terhadap alat penyelenggara negara.
Menurut dia, akar permasalahan tersebut di antaranya ketidakpercayaan kepada negara, putus asa terhadap keadaan seperti kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan.
Bahkan, ada yang menilai negara sudah gagal melakukan intervensi dalam berbagai kebijakan untuk menyejahterakan rakyatnya.
“Harus ada penelitian secara ilmiah atas terjadinya kasus kekerasan, termasuk terorisme yang sering terjadi sekarang ini,” katanya.
Oleh karena itu sudah menjadi tugas bersama untuk mengantisipasi terorisme yang sering teradi sekarang ini dengan melalukan evaluasi kepada masing-masing, tambah dia.*