Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Irman Gusman: Wacana Peradaban Islam Perlu Terus Digulirkan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Januari 2012 23:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI Irman Gusman, mengatakan wacana kajian Peradaban Islam harus digiatkan dan berkelanjutan. Hal tersebut, kata dia, sebagai usaha untuk menyampaikan kepada khalayak ramai, dan bukan saja kepada umat Islam, bahwa Islam adalah agama rahmatan lil ‘aalamiin bukan agama radikalisme.

Ia pun mengatakan pihaknya mendukung diselenggarakan acara kajian peradaban guna mengkaji nilai nilai Islam. 

“Membangun peradaban Islam adalah merupakan kerja yang sangat mulia. Kajian peradaban Islam sangat tepat dilakukan mengingat saat ini Indonesia butuh solusi dari banyaknya masalah yang mendera,” ujar Irman Gusman dalam acara Seminar Peradaban bertema, “Membangun Peradaban Islam, Membangun Indonesia Masa Depan Dengan Al-Qur’an” yang diselenggarakan INISIASI-Hidayatullah di Auditorium Universitas Al Azhar Indonesia, Kebayoran Baru, Jakarta, (28/1/2012).

Irman menjelaskan, pasca tragedi 11 September runtuhnya gedung kembar WTC di Amerika, secara tidak langsung hal itu mempengaruhi banyak orang khususnya di Barat, dan itu meciptakan rasa penasaran yang dalam benak mereka untuk mempelajari apa itu Islam sesungguhnya.

Salah satu hikmah dari peristiwa tersebut, lanjut dia, adalah tidak sedikit dari orang orang yang sebelumnya terlanjur punya pandangan buruk terhadap Islam, akhirnya dapat memahami Islam sesungguhnya yang ternyata sangat berbeda dengan Islam yang mereka ketahui dari pemberitaan media di Barat itu.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dalam pada itu, jumlah pemeluk Islam pun kian bertambah. Secara kuantitas umat Islam memang membanggakan. Namun, imbuh Irman, dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh lembaga Kerjasama Negara-Negara Islam (OKI) pada tahun 2006, menyebutkan sebanyak 240 juta Umat Islam dunia masih berada dalam garis kemiskinan.

“Termasuk dalam penelitian itu keterpurukan umat Islam dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Padahal yang dipahami Islam adalah peradaban yang mencerahkan, Islam renesaince, Islam pencerahan,” tuturnya.

Tapi tak bisa dielak pula, mengutip perkataan sarjana Barat Paul Kennedy dalam The Rise and Fall of the Great Power, Irman menegaskan bahwa dalam bidang matematika, kastografi pengobatan dan aspek-aspek lain dari sains dan industri, kaum muslimin pernah selalu berada di depan.

Ia melanjutkan, menegakkan peradaban Islam di Indonesia adalah pekerjaan yang tidak ringan. Kata Irman, Indonesia memang negara yang berpenduduk Muslim terbesar d dunia. Namun, kata dia, Indonesia ternyata negara yang sangat tidak Islami.

Kesimpulan tersebut sendiri merujuk pada sebuah hasil penelitian bertema ”How Islamic are Islamic Countries” yang dilakukan oleh Scheherazade S Rehman dan Hossein Askari dari The George Washington University yang dipublikasikan dalam Global Economy Journal (Berkeley Electronic Press, 2010).

Penelitian itu menyebut Selandia Baru berada di urutan pertama negara yang paling islami di antara 208 negara, diikuti Luksemburg di urutan kedua. Sementara Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim menempati urutan ke-140.

Adapun ajaran dasar Islam yang dijadikan indikator dalam penelitian tersebut diambil dari al-Qur’an dan hadits, dan dikelompokkan menjadi lima aspek. Pertama, ajaran Islam mengenai hubungan seseorang dengan Tuhan dan hubungan sesama manusia. Kedua, sistem ekonomi dan prinsip keadilan dalam politik serta kehidupan sosial. Ketiga, sistem perundang-undangan dan pemerintahan. Keempat, hak asasi manusia dan hak politik. Kelima, ajaran Islam berkaitan dengan hubungan internasional dan masyarakat non-Muslim.

“Sekarang, bagaimana Indonesia sebagai negara Muslim terbesar dalam kancah peradaban saat ini. Jangan-jangan kita di Indonesia ini terpuruk karena terjebak pada hal hal simbolik, padahal lebih dari itu Islam itu juga substansi. Makanya ada yang sholat rajin, tapi korupsi jalan. Umrohnya rajin, suap juga diterima,” imbuh Irman.

Irman menambahkan, dasar Islam adalah keadilan. Sehingga dia sangat yakin kapitalisme akan mati dan ini sudah tampak saat ini, begitupun dengan komunisme yang jauh dari praktik keadilan. Kata Irman, hanya peradaban Islam yang bisa menggantikan kesemua ideologi itu.

Seminar yang digelar lembaga Institute For Islamic Civilization Studies and Development (INISIASI) ini menghadirkan juga pembicara lainnya yaitu Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Ir. Isran Noor, Ketua PP Hidayatullah DR. Abdul Mannan,  Dosen Ilmu Politik dan Sosiologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Burhanuddin Muhtadi, Direktur INSISTS DR. Adian Husaini, Ustadz Yusuf Mansur, dan Direktur INISIASI-Hidayatullah Ustadz Suharsono.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ilmu dan Izzah Kunci Tegaknya Peradaban Islam
Tulisan selanjutnya Sikap JAT terhadap RUU Ormas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?