Hidayatullah.com—Meski kedatangannya dikabarkan telah dihadang massa, namun akhirnya kegiatan Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab yang memberikan dakwah di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Ahad, berjalan aman dan lancar.
“Beliau (Habib Rizieq ke Pontianak) dalam rangka memberikan dakwah,” kata Ketua Dewan Syuro DPD FPI Kalbar Syahrani, dikutip Antara, hari Ahad, (11/03/2012).
Ia menjelaskan, sejak kedatangan hingga selesainya acara dakwah berjalan sesuai rencana. “Penolakan masyarakat tidak benar, kalau pun itu ada dapat dicurigai mayarakat yang ahli maksiat,” ujar Syahran.
Dikutip Antara, sekelompok masyarakat di Desa Germis, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, sekitar pukul 07.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB memblokir Jalan Raya Sintang, sebagai wujud penolakan kedatangan Ketua Umum FPI di Kota Pontianak.
Ketua Umum FPI Habib Rizieq, menurut Syahran, tidak ada jadwal berkunjung ke Kabupaten Sintang
Sebelumnya, Pimpinan Umum FPI Habib Rizieq pernah melakukan dakwah di Pontianak pada Desember 2011. Ia menjadi salah satu pembicara pada Dialog Nasional Lintas Agama bertema “Memahami Pluralitas Membangun Kebersamaan dalam Kebhinekaan” di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Pontianak.
Berkait dengan dialog tersebut, Habib Rizieq menyatakan pihaknya menyambut baik karena adanya dialog dapat mencairkan kebekuan antarumat beragama dewasa ini.
“Belakangan ini keharmonisan antarumat beragama mulai terusik lagi, di mana-mana terjadi konflik antaretnis dan antaragama, makanya kita sambut,” katanya.
Sebelumnya, hari Sabtu, 11 Februari 2012 lalu, kedatangan rombongan FPI ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dihadang sekitar 800 orang dari Suku Dayak di Bandara Udara Cilik Riwut Palangkaraya. Massa sejak pagi hari sudah berkumpul di semua sudut ruang bandara dengan memakai ikat kepala merah dan ada juga yang membawa senjata tradisional seperti tombak dan mandau.
Kala itu Rizieq Shihab menilai, ada oknum yang mau memainkan situasi dengan memanfaatkan stigma hitam yang selama ini kerap dilekatkan media mainstrean kepada FPI untuk melakukan provokasi warga Dayak dengan tujuan mengadudomba.*