Hidayatullah.com–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di sela-sela pelaksanaan KTT ke-2 Keamanan Nuklir di Seoul, Korea Selatan, menginstruksikan kepada Polri dan jajaran terkait untuk mengantisipasi demonstrasi di Tanah Air.
“Presiden menginstruksikan jajaran terkait untuk mengantisipasi demonstrasi kenaikan BBM,” kata Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha di Seoul, Senin, dikutip Antara.
Julian mengatakan hal itu terkait dengan rencana demonstrasi besar-besaran pada 27 Maret 2012. Aksi unjuk rasa itu dilakukan untuk menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM.
Menurut Julian, Presiden selalu memantau kondisi di Tanah Air selama melakukan lawatan ke luar negeri.
Julian mengatakan, demonstrasi merupakan keniscayaan dalam sistem demokrasi. “Tapi hendaknya dijaga dalam batas kepatutan dan hindari di luar batas kepatutan,” katanya.
Kepala Negara meminta Polri untuk menangani demonstrasi dengan bijak, sehingga tidak akan timbul korban. Polri sebagai institusi yang bertugas menjaga keamanan juga bisa berkoordinasi dengan TNI dan pihak lain untuk mengamankan aksi unjuk rasa.
Menurut data kepolisian, aksi unjuk rasa yang melibatkan sekitar empat ribu orang akan digelar di Jakarta pada 27 Maret 2012. Beberapa elamen tergabung dalam aksi itu, antara lain serikat buruh, LSM, dan mahasiswa.
Para pengunjuk rasa akan memusatkan aksi di beberapa tempat, antara lain Bundaran HI, Gedung DPR RI dan Monumen Nasional.*