Hidayatullah.com–Masyarakat Depok saat ini mengharapkan adanya masjid yang representatif di pinggir jalan raya. Sepanjang jalan raya kota, terutama jalan Margonda dan akses UI belum ada masjid di pinggir jalan dengan lapangan parkir yang memadai. Sementara itu, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) kota Depok melihat ada satu masjid yang sudah jadi dan bagus untuk jamaah pinggir jalan raya, yaitu Masjid Agung Brimob yang letaknya di Jalan Akses UI.
Dewan Dakwah berharap, agar Masjid Agung Brimob yang baru jadi beberapa tahun ini sangat layak bila masyarakat umum secara luas ikut menikmati.
Sayangnya, karena letaknya agak ke dalam dan untuk memasukinya mesti lewat pagar, maka masayarakat harus ijin para penjaga terlebih dulu.
“Karena letaknya di dalam pagar penjagaan Brimob, maka masyarakat menjadi enggan untuk jamaah disitu. Apalagi mereka yang bermobil berhenti untuk beristirahat shalat,” demikian pernyataan Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia-Depok, Nuim Hidayat dalam rilis pers yang dikirim ke redaksi hidayatullah.com, Jumat (11/05/2012) siang.
Selain itu, Dewan Dakwah Depok juga mengusulkan agar pagar penjagaan Brimob ditarik ke belakang setelah posisi Masjid Agung. Sehingga masyarakat umum yang akan shalat berjamaah di masjid, tidak perlu melewati pagar penjagaan dan ijin kepada penjaga.
“Saat ini kami mengamati tidak banyak yang berjamaah di masjid itu sehari-hari. Dengan digesernya pagar itu, maka insya Allah masjid akan lebih semarak.”
Menurut Dewan Dakwah, masyarakat Depok tentu akan sangat bergembira bila Masjid Agung itu bisa didayagunakan lebih luas untuk kepentingan masyarakat.
Menurut Dewan Dakwah, selain Masjid Agung ini, pemerintah Kota Depok perlu membangun juga Masjid lain di pinggir ‘jalan kota’ sehingga masyarakat Depok yang terkenal ‘Islamis’ ini dapat beristirahat sewaktu-waktu di masjid itu bila mereka lelah berkeliling-keliling kota. Tentu masyarakat sekitar Depok juga akan menikmatinya pula, demikian ujar Nuim.*/nuh