Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Indonesia Butuh Sarjana yang Dapat Berkompetisi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Juni 2012 23:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kaum muda dan mahasiswa harus terlibat dalam pembangunan bangsa menuju Indonesia yang sejahtera. Indonesia tak butuh banyak sarjana, tapi butuh sarjana yang juga dapat berkompetisi membangun kedaulatan nasional.

Demikian disampaikan Walikota Depok, Nurmahmudi Ismail, dalam sambutannya saat membuka acara seminar nasional bertajuk “Membangun Indonesia Sejahtera” digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (STIE-HIDA) di Komplek Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (09/06/2012).  

Walikota mengimbuhkan, sejahtera dapat dijabarkan dalam 2 pengertian, yaitu bermakna sejahtera fisik dan sejahtera psikis. Membangun Indonesia sejahtera berarti harus masuk ke dalam dua lingkup penting tersebut.

“Sejahtera secara fisik berarti sejahtera dalam sandang, pangan, dan papan. Sementara sejahtera dalam arti psikis adalah adanya siklus kehidupan masyarakat yang menghargai kejujuran, keamananan, ketertiban, kedamaian, dan toleransi,” katanya di hadapan puluhan hadirin.

Tak ada cara lain membangun Indonesia sejahtera untuk meretas kemandirian bangsa, kata Nur Mahmudi, selain menegakkan sebuah sistem sosial kemasyarakatan yang berkelanjutan, yang diharapkan dapat memberikan kebaikan kepada kehidupan sosial dan keinstitusian. Menegakkan sistem sosial ini harus lahir dari sistem legislasi yang efektif, ujarnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Orang-orang yang bisa melahirkan sistem operasional sosial kemasyarakatan inilah yang kita tunggu-tunggu kelahirannya sekarang,” katanya.

Ia menambahkan, program Sehari Tanpa Nasi yang digulirkan Pemerintah Kota Depok adalah dalam upaya menuju Indonesia sejahtera dengan menjaga sektor ketahananan pangan nasional. 

Nurmahmudi mengakui sulit untuk mengubah budaya untuk tidak makan nasi. Namun kata dia, justru banyak orang di pedesaan dan termasuk orangtua dahulu tak makan nasi untuk sarapan. Untuk itu mereka hanya memanfaatkan banyak makanan nonberas, seperti jagung, singkong, dan ubi, dan sejenisnya.

Saat ini, jelas Walikota, ada sekitar 9,25 juta penduduk Indonesia kekurangan pangan. Sementara di sisi lain Indonesia yang mayoritas berpenduduk Muslim, adalah negara pengutang kelas satu dan pengguna terbesar barang-barang impor. 

Lebih jauh ia memaparkan, lahan persawahan saat ini kian menyempit, sementera pertumbuhan penduduk terus meningkat. Hal ini menyebabkan ketersediaan pangan berupa beras akan berkurang, sedangkan permintaan akan semakin meningkat, yang berakibat kenaikan harga beras sulit dikendalikan. Sementara setiap kenaikan beras 10 persen berkontribusi pada angka inflasi 0,5%. 

Namun jika berhasil, program ketahanan pangan yang digalakkannya ini diklaim akan dapat mengurangi konsumsi beras sebesar kurang lebih 26 ribu ton per tahun, yang saat ini tingkat konsumsi beras per kapita orang Indonesia per tahun mencapai 139 kg.

“Kita ingin mengubah pola makan bangsa kita agar warganya tidak kurus dan tidak juga kegendutan. Dalam sehari makan tetap tiga kali, tapi sekali saja makan nasi, sisanya makan buah dan berbagai jenis tumbuhan lainnya seperti singkong, pisang, dan lain-lain. Ini sehat,” katanya.

Selain itu, Walikota Nurmahmudi juga mengimbau civitas mahasiswa mengambil peran dalam pembangunan bangsa dalam upaya membangun Indonesia sejahtera dengan memberikan kontribusi positif terhadap persoalan. Ia mengapresiasi STIE Hidayatullah dalam perannya menyelenggarakan program pendidikan dengan memberikan beasiswa full yang mengutamakan pendidikan kemandirian mahasiswa.

Banyak atau sedikitnya mahasiswa dalam sebuah civitas akademika bukan soal. Menurut Nurmahmudi, jumlah mahasiswa yang banyak bukanlah jaminan kelak dapat berkontribusi terhadap pembangunan. 

“Walaupun satu orang saja yang berhasil lulus dari STIE Hidayatullah, asalkan ikhlas dan dibekali dengan nilai-nilai keilmuan Islam yang benar, ini jauh lebih berharga ketimbang mendidik banyak mahasiswa tak mampu bersaing dalam dunia global yang ketat,” ujarnya.

Seminar ini menghadirkan pembicara Ketua KPK Abraham Samad yang diwakili Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Masagung Deswanto, Presiden Persatuan Pengusaha Muslim Indonesia Heppy Trenggono, Direktur Institute for Islamic Civilization Studies and Development Suharsono, dengan dimoderatori oleh peneliti Inisiasi Musliadi.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Nur Mahmudiold migratestie hidayatullah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Demam Euro 2012 Suburkan Pelacuran
Tulisan selanjutnya Korupsi Menggila Karena Ada Faktor

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?