Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Demam Euro 2012 Suburkan Pelacuran

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Juni 2012 23:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kompetisi sepakbola perebutan piala Euro 2012 mendatangkan ratusan ribu penggemar dari luar negeri ke Ukraina dan Polandia. Pada saat yang sama, industri pelacuran ikut marak.

Dilansir Euronews (8/6/2012), ribuan orang wanita akan berpartisipasi dalam pesta pertandingan Euro 2012 sebagai pelacur.

Sebagaimana diketahui, wanita dalam dunia sepakbola seringkali menjadi hiasan dan pemanis, serta penghibur para pemain dan juga penggemar olahraga itu yang kebanyakan laki-laki.

Di Polandia pelacuran dilegalkan, namun berperan sebagai mucikari diharamkan. Sementara di Ukraina keduanya dilarang.

“Saya ingin pelacuran dilegalkan, jadi polisi memperlakukan pekerja seks seperti orang normal,” kata seorang wanita yang mengaku bernama Yulia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut laporan dari pemerintah negara-negara Barat dan berbagai LSM, menghalang-halangi bisnis pelacuran di Ukraina saat Euro 2012 ini tidak akan efektif.

Pemerintah Ukraina mengatakan ada 12.000 wanita yang bekerja sebagai pelacur. Namun International HIV/AIDS Alliance cabang Kiev menyebut angkanya antara 63.000 sampai 93.000 orang.

Di Eropa, Ukraina menjadi negara dengan angka infeksi penyakit seksual menular tertinggi. Hampir 1,5 persen populasinya mengidap penyakit seksual menular. Angka itu jauh lebih tinggi di kalangan pelacur.

Jurubicara International HIV/AIDS Alliance di Ukraina mengatakan, “Para penggemar sepakbola yang melakukan hubungan seks tanpa kondom bermain judi rolet Rusia, dalam hal ini rolet Ukraina. Dia bisa beruntung [tidak tertular penyakit], bisa juga tidak.”

Menteri Dlaam Negeri Oleh Matveitsov berusaha menghibur diri berharap wisata seks, yang selalu menyertai event sepakbola, tidak terjadi di negaranya. Dia berkata, “Tuan rumah Euro 2008 Austria dan Swiss juga mengira akan ada wisata seks. Namun ternyata para penggemar tidak punya waktu untuk itu. Waktunya habis untuk menonton sepakbola atau menikmati bir.”

Kelompok protes Ukraina FEMEN, yang dikenal giat memerangi pariwisata seks, mengajak organisasi lain untuk berpartisipasi memerangi fenomena yang berhubungan dengan sepakbola itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ratusan Mualaf di Emirat Belajar Al-Qur`an
Tulisan selanjutnya Indonesia Butuh Sarjana yang Dapat Berkompetisi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida

Berita
10 Juli 2026 05:00
Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
RUU LGBT Berpeluang Dibahas DPR, Marwan: Mereka Harus Disembuhkan
Ratusan Ribu Orang Padati Teheran, Hadiri Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Terbaru

  • Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah
  • Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
  • Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
  • Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
  • MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
  • MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
  • BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
  • Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
  • Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
  • Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?