Hidayatullah.com–Gaya hidup halal telah menjadi tren masyarakat dunia. Indonesia, sebagai konsumen Muslim terbesar di dunia menjadi incaran pelaku bisnis internasional.
“Dengan jumlah penduduk 200 juta jiwa, Indonesia merupakan pasar potensi yang tentu saja menjadi rebutan para pelaku usaha dari seluruh dunia,” kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat RI, R. Agung Laksono saat memberi sambutan pembukaan Indonesian Halal Expo (INDHEX) dan Global Halal Forum 2012 yang diselenggarakan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Gedung Smesco UKM, Jakarta, Kamis (05/07/2012) pagi.
Kata Agung, jumlah populasi Muslim Indonesia yang sangat besar mampu mengalahkan gabungan jumlah penduduk dari negara-negara Muslim lainnya, seperti Malaysia (27 juta), Arab Saudi (28 juta), Uni Emirat Arab (4 juta), Turki (74 juta), dan Kuwait (3 juta).
“Gabungan jumlah penduduk Muslim dari negara-negara tersebut hanya mencapai 136 juta. Sedangkan Indonesia hampir mencapai 220 juta dari jumlah penduduk 245 juta jiwa,” jelas Agung.
Dengan potensi ini, sangat beralasan jika pada tahun 2011, pemerintah melalui Menko Perekonomian, Hatta Rajasa mencanangkan Indonesia sebagai Pusat Halal Dunia (World Halal Center).
Pada kesempatan ini, Agung juga menyampaikan apresiasi terhadap MUI melalui LPPOM MUI yang selama 23 tahun telah melakukan kegiatan sertifikasi halal sangat baik.
“Kekuatan jaringan LPPOM MUI di luar negeri juga saya saksikan pada kesempatan ini, di mana di hadapan saya ada puluhan perwakilan dari luar negeri sedang dan akan mengikuti kegiatan yang diselenggarakan LPPOM MUI,” katanya.
Tahun ini merupakan INDHEX yang kedua kali yang diselenggarakan LPPOM MUI. Menurut Direktur LPPOM MUI, Ir Lukmanul Hakim. M.Si, tujuan dari pelaksanaan INDHEX adalah untuk menempatkan Indonesia sebagai Pusat Halal Dunia.
INDHEX 2012 diikuti oleh produsen makanan, minuman, pakaian, maupuan obat-obatan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. INDHEX tahun ini berlangsung pada 5-8 Juli 2012*