Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Tokoh Iran Klaim Dukung pada Suriah Bukan Karena Kepentingan Syiah

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 11 Juli 2012 11:33
Bagikan
Iran dinilai belum pernah melawan Israel secara riil
Bagikan

Hidayatullah.com–Sikap Iran dalam mencermati berbagai gejolak di dunia Arab bukanlah berdasarkan mazhab. Pernyataan tersebut dikatakan Prof. Hassan Rahimpour Azghadi, selaku Anggota Dewan Kebudayaan Iran. Hal senada juga berlaku kepada Suriah. Hassan menampik jika  kedekatan Iran terhadap Suriah dilandasi faktor Syiah. Sebab, menurutnya, Bashar al Assad sendiri bukanlah seorang Syiah.

“Dia adalah Alawi. Pemerintahannya juga bukan Syiah,” ujarnya kepada kepada hidayatullah.com, Senin (09/07/2012) lalu usai mengisi acara “Mahdawiyat dan Kebangsaan” di Universitas Paramadina Jakarta.

Ia mengklaim, kedekatan Iran kepada Suriah lebih karena kepentingan masyarakat Suriah yang menginginkan perubahan. Dan secara tegas Iran mengumumkan bahwa harus terjadi reformasi di Suriah.

“Reformasi itu sudah dilakukan secara perlahan-lahan oleh Bashar Assad dan rakyatnya,” katanya.

Dalam  konsep politiknya, Iran selalu mengambil titik sentral antara Palestina dan Zionis Israel. Artinya siapapun yang mendukung Palestina adalah kawan bagi Iran. Dan siapa saja yang membantu atau bekerjasama dengan Zionis maka mereka adalah musuh Iran. Termasuk klaim hubungan dekat Iran dengan pejuang Hamas. Meski Hamas kelompok Sunni, Iran bisa bekerjasama, katanya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Jadi ini bukan masalah Sunni-Syiah,” tambahnya yang kerap hadir mengisi kajian agama di Channel-1 Iran.

Suriah sendiri adalah tempat bernanung dua kelompok perlawanan Zionisme yakni Hamas dan Hizbullah Dan menurutnya satu-satunya Negara yang tidak pernah mengkhianati perjuangan rakyat Palestina adalah Suriah.

“Sedangkan Negara-negara Arab lainnya memihak kepada Zionis,” tandasnya.

Hassan juga mengkritik sikap negara-negara Arab seperti Qatar dan Saudi yang begitu kuat dalam mendorong perubahan di Suriah. Namun ketika terjadi pergolakan di Bahrain dan Yaman, maka Arab Saudi dan Qatar justru meminta mempertahankan kekuasaan. “Ini sikap standar ganda.”

Namun pernyataan Hassan langsung ditolak sejarahwan dan penulis buku “Mengapa Hamas Dibenci Israel”, Tiar Anwar Bachtiar. Pengamat dunia Arab ini mempertanyakan klaim Iran sebagai satu-satunya Negara pendukung Hamas. Sebab pada kenyataannya banyak negara-negara lain ikut pendukung Hamas. Seperti Mesir yang baru-baru ini dipimpin Muhammad Mursy.

Menurut Tiar, rombongan relawan Mavi Marmara yang dibajak Zioinis-Israel juga diikuti oleh banyak Negara. “Mereka pasti ingin bertemu Hamas, bukan Fatah,” ujarnya.

Tiar juga mempertanyakan dukungan riil Iran untuk Hamas. Kandidat Doktor Sejarah UI ini menyatakan opini dukungan Iran terhadap Palestina baru belakangan ini saja terbentuk. Dalam sejarahnya, Iran tidak pernah ikut terlibat dalam perang melawan Israel. [Baca: Iran Dinilai Belum Pernah Perang Melawan Israel]

“Kalau riil harusnya Iran berani ikut perang,” tegasnya.

Sebelum ini, majalah Albayan, berpusat di Inggris menyebut, krisis Suriah tak bisa dilepaskan dari Syiah Nushairiyah.

“Jika krisis di Suriah dilepas dari semua unsur eksternal, seperti upaya kekuatan-kekuatan dunia untuk mempertahankan pengaruhnya, faktor keamanan Israel, serta “proyek bulan sabit” Syiah Shafawiyah (Iran), maka yang tersisa di dalam sebenarnya ada dua: Ahlus Sunnah dan sekte Syiah, baik itu Rafidhah ataupun Nushairiyah. Dengan kata lain, salah satu faktor penting yang justru memainkan peran yang sangat besar dalam krisis di Suriah adalah faktor ideologi atau agama.

Faktor ideologi ini, khususnya Nushairiyah, merupakan akar krisis Suriah, yang menjadi “bara dalam sekam” yang kemudian baru mencuat ke permukaan publik dunia lewat Syrian Spring,” begitu tulisnya. [Baca lengkapnya; Nushairiyah: Ideologi Di Balik Krisis Suriah].*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syariah, Solusi Indonesia Menuju Negara Gagal
Tulisan selanjutnya Iran Dinilai Belum Pernah Perang Melawan Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?