Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Israel Makin Resah Perkembangan Kondisi di Suriah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Juli 2012 16:23
Bagikan
Syiah Nushairiyah, basis loyalis al Assad semakin terpojok
Bagikan

Hidayatullah.com–Sejak awal pecahnya revolusi Suriah awal 2011 silam, Tel Aviv konsisten mengambil sikap diam dan menunggu. Setidaknya, itulah yang tampak di media mainstream. Walau sesungguhnya Israel berutang jasa besar kepada Damaskus.

Sebagaimana diketahui, rezim Suriah adalah “aktor pendukung” terbaik bagi permainan politik Israel di kawasan Timur Tengah. Bashar, dan sebelumnya Hafiz al Assad, selalu tampil di ruang publik sebagai “musuh” bebuyutan Israel. Namun faktanya selama berkuasa, perbatasan Suriah – Israel merupakan garis batas paling aman dibanding perbatasan Israel lainnya. Hampir setengah abad usia rezim al Assad, tak satu pun peluru yang diarahkan ke Israel. Tidak juga ada upaya untuk melepaskan dataran tinggi Golan dari cengkeraman Israel. Terbukti, al Assad adalah penjaga perbatasan paling setia bagi Israel.

Benar, Damaskus telah menampung Gerakan Perlawanan Palestina (HAMAS), langkah yang tidak mampu dilakukan oleh negara-negara Arab lainnya. Juga bahwa Damaskus menjadi salah satu inisiator selanjutnya pemasok logistik dan persenjataan bagi Hizbullah di Libanon. Akan tetapi, itu tidak sebanding dengan kondisi aman dan terkendali bagi dataran tinggi Golan yang diberikan Damaskus kepada Israel. Golan selanjutnya menjadi wilayah strategis yang menjadi “bemper” bagi pendudukan Israel di Palestina.

Relasi Suriah – Israel bukanlah hubungan politik konvensional, sebagaimana hubungan Israel dengan pemerintahan dunia lainnya. Tidak ada kesepakatan tertulis resmi atau hubungan diplomasi, berupa kedutaan besar di masing-masing negara. Relasi Damaskus – Tel Aviv adalah hubungan intelijen yang dibangun di atas prinsip “al baqa’ muqabil al baqa’/saling menjaga eksistensi.” Singkatnya, Tel Aviv sangat berkepentingan terhadap keberlangsungan eksistensi rezim al Assad.

Namun akhir-akhir ini, Tel Aviv mulai angkat suara. Yang teranyar adalah berita yang diturunkan Fox News, sebuah televisi Amerika (29/07/2012). Televisi tersebut mengutip pernyataan seorang pejabat militer Zionisme Israel terkait kesiapan pasukan Tel Aviv. Kesiapan tersebut untuk sewaktu-waktu dapat digerakkan ke Suriah demi mencegah jatuhnya persenjataan kimia rezim lama kepada apa yang mereka sebut sebagai kelompok Islam bersenjata. Baik yang dimaksud itu sekutu Bashar, yaitu Hizbullah; atau kelompok oposisi dan revolusi rakyat yang dominan Sunni.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Bagaimanapun, kondisi di Suriah memang semakin tidak menguntungkan bagi Israel. Sekte Alawiyah (baca: Syiah Nushairiyah), yang menjadi basis loyalis al Assad semakin terpojok. Semakin kuat Bashar mempertahankan kekuasaannya, semakin hilang kepercayaan rakyat terhadap loyalitas kebangsaan pengikut sekte. Akibatnya, skenario sebagian proposal Barat untuk mengganti Bashar sembari tetap mempertahankan hegemoni minoritas Alawiyah di Suriah semakin sulit diwujudkan.

Di lain pihak, kelompok-kelompok perlawanan semakin paham bagaimana Barat mempermainkan “kartunya” di kawasan. Kelompok oposisi belajar benar dari kasus Irak, khususnya pasca Saddam. Di Iraq, Barat mendiktekan “demokrasi” versinya sendiri. Demokrasi yang berarti memberikan peluang lebih besar kepada minoritas Syiah di pemerintahan boneka Iraq bentukan Barat.

Posisi kelompok perlawanan sendiri semakin kuat di Timur Tengah, di tengah semakin terisolasinya Bashar dari dunia internasional. Bantuan ratusan juta real pemerintah dan masyarakat di Saudi Arabia terhadap rakyat Suriah (27/07/2012), serta proyek bersama Turki, Saudi Arabia dan Qatar berupa pangkalan militer di Turki yang disiapkan bagi pejuang revolusi (28/07/2012), jelas semakin memperkuat posisi Pasukan Pembebasan Suriah.

Terakhir adalah dari Tunisia. Syeikh Rasyid al Gannusyi meminta maaf kepada rakyat Suriah. Permintaan maafnya karena terlanjur mengundang perwakilan Hizbullah ke muktamar Pergerakan Nahdhah yang dipimpinnya (29/07/2012). Dia menyesali panitia yang terlanjur mengundang Hizbullah, di tengah kecaman dunia terhadap sikap loyal Hizbullah terhadap rezim Suriah yang membantai rakyatnya sendiri. Padahal di muktamar tersebut, Hamas termasuk paling keras memperjuangkan dukungan terhadap revolusi rakyat Suriah.*/Haedar Bazargan

Artikel ini hasil kerjasama antara hidayatullah.com dengan Majalah Internasional Al Bayan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mantan Wartawan Sabili Luncurkan Buku #Indonesia Tanpa Liberal
Tulisan selanjutnya Saudi Larang Jual Rokok Pada Remaja Di Bawah 18 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?