Hidayatullah.com–Ahad, (29/07/2012), Artawijaya mantan wartawan Sabili, meluncurkan buku terbarunya berjudul #Indonesia Tanpa Liberal. Acara diselenggarakan di Masjid Toko Buku Walisongo, Jakarta dan dihadiri ratusan peserta.
Judul #Indonesia Tanpa Liberal diambil untuk menyadarkan masyarakakat bahwa kelompoki liberalis bukan hanya Jaringan Islam Liberal (JIL).
“JIL hanya bagian kecil dari liberalisme. Banyak LSM-LSM yang didanai asing tidak kalah bahaya dari JIL,” katanya memberi pengantar.
LSM-LSM liberal di Indonesia, menurutnya, sering berkolaborasi dengan asing untuk menyudutkan Islam.
“Ketika Dewan HAM PBB mengatakan Indonesia negara intoleran, yang memberikan data-data adalah LSM dari Indonesia,” tegasnya.
Istilah Islam liberal sendiri menurutnya bermasalah. Karena terminologi ini tidak pernah dikenal dalam Islam.
“Islam itu tidak liberal, liberal juga bukan Islam,” tegasnya.
Sebagai sebuah agama, Islam memiliki aturan tersendiri. Alumnus Ponpes Persis Bangil ini kemudian mengkritik muslim yang sudah berpikiran liberal dengan menyeleraskan nilai-nilai demokrasi dengan Islam.
“Kita harus meyakini sistem Islam, sistem buatan manusia telah gagal,” ujarnya.
Pada akhir sesi, Dosen Jurnalistik ini juga meminta masyarakat waspada atas program deradikalisasi. Acapkali program penanggulangan ekstrimisme juga menggunakan cara-cara ekstrim guna menghapus ajaran Islam.*