Hidayatullah.com–Badan Kerohanian Islam Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (BKIM IPB) mengadakan acara Tabligh Akbar dengan tema “Ramadhan, Momentum Perjuangan Intelektual Muslim Kaffah”. Acara ini diselenggarakan di Auditorium Thoyib Hadiwijaya, Fakultas Pertanian IPB.
Para pembicara yang dihadirkan antara lain Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS (Menteri Perikanan dan Kelautan RI 2001-2004), KH Muhyidin (Pimpinan Ponpes Pamijahan) dan Hari Moekti (Mantan Rocker yang kini jadi pendakwah).
Acara yang diikuti dari berbagai kalangan mahasiswa dan para alumni IPB ini dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an. Setelah beberapa sambutan, Prof Rokhmin Daruri langsung memulai santapan rohani pertamanya.
Menurutnya, seorang Muslim dalam memaknai kuliah atau menuntut ilmu adalah sebagai bagian ibadah kepada Allah. Hal ini yang harus menginspirasi untuk memajukan bangsa dengan kebijakan-kebijakan yang diisi dengan nilai-nilai Islam. Hanya saja, karena saat ini yang sedang diterapkan adalah sistem dan perundang-undangan kapitalisme, maka aturan yang berlaku pun aturan yang kacau-balau. Faktanya, masalah yang dihadapi tidak pernah terselesaikan dengan tuntas.
“Jadi, yang harus dibenahi adalah dengan mengganti sistem sekular-kapitalisme ini dengan sistem Islam,” jelasnya disimak begitu serius oleh para peserta.
Pembicara kedua, KH. Muhyidin, menyampaikan tema “Ramadhan, Bulan Penempa Diri menjadi Muslim Sejati”. Berawal dari Surat Al-Baqarah ayat 183, dalam ayat ini terdapat panggilan bagi orang-orang yang beriman, yang mana harapan dan tujuan utama di akhir Ramadhan adalah menjadi orang yang bertakwa, yaitu yang selalu memegang aturan Allah.
“Jika ingin mencapa tujuan hidup, maka harus mengikuti aturan Islam,” jelasnya.
Selanjutnya, Hari Moekti di sesi ketiga menyampaikan tentang “Ramadhan Momentum Perjuangan Intelektual Muslim Kaffah”. Ia mengawali materi dengan pemaparan tentang pengalamannya yang ia sebud masa “kejahiliyahan” hingga sampai saat ini dapat menjadi pembawa agama Allah.
Menurutnya, ada 3 bentuk cinta Allah kepada hamba-Nya, yaitu ridho Allah, ampunan Allah dan keberkahan dari Allah. Beliau juga menyampaikan tentang lima modal dasar takwa, yaitu iman yang ikhlas, sabar, zuhud, tawadhu’ (rendah hati) dan istiqomah (konsisten).
“Dengan lima modal dasar ini, insya Allah dapat membangun karakter orang bertakwa,” jelas pria yang kini aktif di Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ini.
Menjelang akhir acara, pembawa acara mengadakan doorprize 10 buku “The Habits” karya Felix Siauw.
Felix Siauw yang dikenal tokoh mualaf ternyata juga seorang alumni BKIM IPB. Peserta pun antusias mengikuti sesi doorprize.
Selanjutnya, acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Lukman Hakim. Tidak sedikit peserta meneteskan air mata. Balutan doa untuk Suriah hingga Rohingya terus menggema.*