Hidayatullah.com— Kepala Seksi Bimbingan Napi/Anak Didik (Kasi Binadik) Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Salemba (LP Salemba) Tri Budi Haryoko mengakui pihaknya sangat membutuhkan perhatian dari pihak-pihak luar, terutama berkaitan dengan pembinaan rohani warga lapas.
Hal itu diakuinya saat memberikan sambutan dalam acara buka puasa bersama (bukber) Pelayan Dua Tanah Suci Raja Abdullah bin Abdul Aziz Alu Su’ud di Masjid Ar-Rayyan, LP Salemba, Jakarta, Kamis (09/08/2012).
Sebagai pembina narapidana (napi), Tri Budi mengharapkan kerjasama dari berbagai lembaga keagamaan.
“Mereka (para napi) juga WNI (Warga Negara Indonesia) yang masih membutuhkan bimbingan,” ujarnya di depan para hadirin.
Tri Budi juga mengakui, pihak mereka sangat terbatas jika bergerak sendiri.
“Kalau kami saja yang bergerak, tenaga terbatas. Anggaran juga terbatas,” katanya saat bincang-bincang dengan hidayatullah.com dan pihak Atas Agama Arabi Saudi selepas acara.
Prinsip Tri Budi, yang penting kegiatan di wilayah binaannya tersebut berjalan dinamis, tidak monoton. Sehingga, lanjutnya, diharapkan pandangan orang luar tentang kondisi LP Salemba tidak lagi negatif. Tapi sebaliknya, lapas tersebut penuh dengan sisi-sisi positif.
“Inilah wajah kami,” imbuhnya.
Acara bukber itu sendiri diisi dengan tausyiyah (ceramah) oleh Ustadz Karyadi dari Hidayatullah. Dalam ceramahnya, Ustadz Karyadi menyampaikan pesan kepada para napi agar menjadikan Ramadhan bulan evaluasi, membaca kembali perjalanan hidup sebelumnya.
“Satu kata saja, iqra’. Renungan iqra’, renungan membaca kembali (evaluasi diri),” pesannya.
Staf Atase Agama Arabi Saudi Ustadz Yunus mengatakan, acara bukber dengan para napi diharapkan terus berjalan.
“Mudah-mudahan silaturrahmi yang kedua ini menambah suasana kekeluargaan di antara kita,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.
Beberapa waktu lalu, pihak atase juga mengadakan bukber di LP Cipinang.*