Hidayatullah.com—Salah satu penyebab utama rusaknya perekonomian Indonesia adalah karena penyakit konsumerisme di dalam masyarakat yang terbiasa menggunakan kredit card.
Happy Trenggono yang juga dikenal seorang motivator kemandirian di Indonesia menilai ketergantungan masyarakat terhadap budaya credit-card menjadi salah satu penyakit yang mengkerdilkan semangat kemandirian masyarakat. Menurutnya, credit card menurutnya adalah sistem yang mengajarkan masyarakat terbiasa dengan gaya hidup berhutang.
“Kredit card itu putarannya bisa 250 trilyun di Indonesia dalam setahun, padahal APBN kita hanya 1.200 trilyun,” tambahnya.
Credit-card juga dinilai bisa membuat seseorang terjangkit konsumerisme dengan akut. Bahkan orang tersebut akan melakukan apa saja untuk terlihat kaya. Sikap mental konsumerisme seperti itu kenyataanya telah membuat orang Indonesia menjadi budak pasar di negerinya sendiri. Sementara kekuatan pasar dan perekonomian di Indonesia sendiri telah dikuasai oleh kekuatan asing mulai dari produk China hingga Zionis-Israel.
“Nah pemerintah kita ngak paham hal seperti ini” tambahnya lagi.
Karena itu untuk merubah semua itu pola pikir dan mentalitas masyarakat Indonesia harus dirubah. Sikap konsumtif justru harus dirubah menjadi sikap produktif. Dimana dari situ peran Indonesia harus berubah menjadi negara produsen dan negara-negara barat adalah konsumennya.
Dan tentunya meninggalkan budaya berhutang, terlebih lewat sistem credit-card yang melenakan masyarakat dari kemandirian yang sebenarnya.*