Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Hidup Berislam dan Konsekwensi Bersyahadat (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Oktober 2012 14:20 2:20 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Oktober 2012 14:20
Bagikan
Bagikan

ADA beberapa hal untuk mengimplementasikan tindakan ucapan syahadat kita;
Mengilmui Islam

Untuk dapat merealisasikan ajaran Islam dengan benar dituntut adanya pemahaman yang benar terhadap ajaran Islam. Dewasa ini masalah besar yang sedang dihadapi oleh kaum Muslimin adalah ketidak fahaman terhadap Islam secara sebenarnnya. Hal ini terbentuk karena mereka memilih jalan sekularisme dalam pengelolaan politik kenegeraannya. Implikasi dari pilihan politik ini menempatkan agama berada di luar area publik. Agama hanya terlibat secara terbatas pada urusan kenegaraan yang bersifat seremonial dan tidak strategis. Dalam kata lain, agama ditempatkan sebagai pribadi bangsa yang tidak memiliki peran penting dalam pembentukan sebuah tata kelola negara.

Meyakini Islam

Fungsi dari bentuk peng-ikraran dua kalimat syahadat yaitu adalah keyakinan teguh dalam melaksanakan agama Islam, perjanjian langsung yang bersifat implementatif untuk dilaksanakan. Berjanji “Tiada Tuhan Selain Allah“ adalah bentuk reaksi untuk meyakini Islam secara semrpuna (kaffah) dan melaksanakan kewajiban-kewajiban yang tertera dalam Islam itu sendiri.

Allah berfirman;

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُول

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra’: 36)

Mengamalkan Islam

Keagungan dan keindahan ajaran Islam hanya akan dapat dirasakan dengan mengamalkannya;

مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)

Memperjuangkan Islam

Setelah kita yakin tentang kebenaran Islam maka tugas selanjutanya yang bersifat implementatif nyata adalah memperjuangkan Islam tersebut. Karena kebenarannya yang bersifat logis tidak tepandang hanya melalui hasil penelitian semata. Islam benar memang itu adalah nyatanya yang tidak dapat dipungkiri.

Allah berfirman :

وَمَا لَكُمْ لاَ تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاء وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَـذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ وَلِيّاً وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ نَصِيراً

“Mengapa kamu tidak mau berjuang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo`a: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri yang penduduknya zalim ini dan berilah kami pelindung , dan penolong dari sisi Engkau!.“ (QS. An-Nisa’: 75)

Disebutkan juga dalam ayat yang lain yang artinya:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحاً وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِي

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?.“ (QS. Fussilat: 33)

Keluasan dan kesempurnaan makna dari kalimat tauhid yang juga terkandung dalam dua kalimat syahadat merupakan bentuk seruan yang harus di aplikasikan melalui pengamala-pengamalan kita setiap saat tentunya. Yaitu dengan mentuhidkan Allah SWT.

Sehinnga refleksinya adalah keselamtan kita dari segala bentuk keraguan yang menyebabkan kita terperosok kedalam jurang kesyirikan.

Dengan ucapan lafad,

أشهد ان لا اله الاالله و اشهد ان محمدا رسول الله “Asyhadu Alla ilaha Illallah, Wa ashadu Muhammadarrasuulullah.” [Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan bersaksi Nabi Muhammad utusan Allah]

Perjanjian tersebut adalah bentuk nyata tentang kesempurnaan kedudukan manusia di dunia. Sehingga dengan kalimat itu kita telah mendapatkan sebuah pilihan yang paling benar dalam menempatkan diri kita. Karena pada hakikatnya manusia yang baik adalah mereka yang dapat menemukan kedudukan jelas dan tepat dalam menjawab seluruh pertimbangan dari segala bentuk permainan hidup.*/Moh. Khotibul Umam

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al-Kafi di Mata Ulama Syiah
Tulisan selanjutnya Credit-Card Buat Masyarakat Terjangkit Konsumerisme Akut

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?