Hidayatullah.com–Penemuan tambang emas di Pulau Buru, Dusun Anahoni Desa Wamsait Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru, Maluku jangan sampai dikuasai oleh kekuatan asing. Hal ini disampaikan oleh Happy Trenggono terkait kasus emas Freeport yang hingga hari ini justru merugikan Bangsa dan Negara Indonesia.
Menurut CEO United Balimuda.corp ini keberadaan emas di Pulau Buru harus bisa diprioritaskan untuk memakmurkan bangsa dan negara, terlebih memakmurkan masyarakat setempat.
Menurutnya, kasus kerjasama pemerintah RI dengan Freeport yang banyak menguntungkan Amerika Serikat (AS) adalah kesalahan terbesar bangsa Indonesia yang tidak boleh terulang lagi dalam sejarah.
“Kita jangan sampai menjadi bangsa yang tidak tahu mau ke mana? Sebongkah punpun bangsa kita belum merasakan haknya atas emas Freeport,” jelasnya kepada hidayatullah.com dalam Silahturahim Jurnalis Islam Bersatu (JITU) dengan gerakan ‘Beli Indonesia’ di Jakarta, Rabu (03/10/2012).
Menurutnya potensi bangsa Indonesia sangat besar untuk menjadi bangsa yang disegani dan dihormati.
Hanya saja menurut presiden Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) ini, sikap pemimpin Indonesia yang disorientasi dan kehilangan karakter membuat Indonesia menjadi bangsa yang suka mengekor.
Karena itu, penemuan sumber emas di Pulau Buru tersebut harus dilindungi oleh pemerintah dari intervensi asing. Terlebih potensi emas di Pulau Buru tersebut jauh lebih besar dari tambang emas Freeport di Irian Jaya.*