Hidayatullah.com–Harrist Abu Ulya, Direktur The Community Of Ideological Islamic Analyst (CIIA) menilai umat Islam harus melakukan konsolidasi dalam mengawal Rancangan Undang-undang keormasan yang sedang digodok di DPR RI. Menurut salah satu tokoh dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ini, produk dari RUU Keormasan ini merupakan produk yang sarat kepentingan politik.
“Banyak pasal-pasal yang ambigu dan multitafsir,” jelas pengamat inteligen ini kepada hidayatullah.com, Senin (22/10/2012)
Menurutnya, jika umat Islam lengah dan tidak memonitoring RUU Keormasan ini, maka bukan tidak mungkin kelompok liberal akan memasukan kepentingannya ke dalam RUU ini. Di mana dari kepentingan itu kelompok liberal amat sangat ingin menghabisi keberadaan ormas-ormas Islam yang terus konsisten memperjuangkan syariat Islam.*
Baca juga wawancara lengkapnya: “Pemerintah Hendak Mengunci Langkah Ormas Islam yang Vokal”