Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Dr Adian Husaini Luncurkan Buku Baru Tentang Pendidikan Islam

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 7 Februari 2013 10:20
Bagikan
kurikulum sejarah dinilai tak jadikan murid-murid Muslim bangga sejarahnya
Bagikan

Hidayatullah.com—Intelektual Muslim yang juga dikenal penulis produktif, Dr Adian Husaini kembali meluncurkan buku baru.  Buku baru berjudul “Pendidikan Islam: Membentuk Manusia Berkarakter dan Beradab”  diluncurkan di Masjid Darussalam Depok  baru-baru ini.

Dalam buku barunya, Adian menjelaskan tentang mendesaknya kurikulum pendidikan di Indonesia dibenahi. Ia  menjelaskan hal-hal mendetail tentang beberapa aspek dalam pendidikan Islam saat ini yang perlu dibenahi. Di antaranya aspek kurikulum sejarah.

Menurut cendekiawan muda ini, kurikulum sejarah Indonesia yang benar mesti diajarkan kepada murid-murid. Saat ini kurikulum sejarah tidak menjadikan murid-murid Muslim Indonesia bangga  dengan sejarahnya.

Salah satu contoh yang mendapat kritik Adian adalah sejarah tentang Pangeran Diponegoro. Dalam sejarah yang banyak ditulis, Pangeran Diponegoro bukanlah berperang karena penjajah, tetapi merebut tanah makam leluhurnya atau iri hati karena tahta Mataram diserahkan kepada adiknya.

“Diponegoro berperang dengan niat jihad melawan tentara Belanda yang menzalimi rakyat dan menghalang-halangi pelaksanaan syariat Islam di Jawa. Saat itu dalam menghadapi Belanda, Diponegoro dibantu 108 kiai , 31 haji, 15 syeikh, 12 penghulu Jogyakarta dan 4 kiai guru yang turut berperang bersama Diponegoro,” ujarnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Karenanya, perang Diponegoro menjadi perang yang sangat menyita keuangan pemerintah kolonial bahkan hampir membangkrutkan negeri Belanda.

Korban perang Diponegoro mencapai orang 8.000 jiwa (korban orang  Eropa), pihak Belanda 7.000 jiwa, biaya perang 20 juta gulden dan korban rakyat pribumi yang tidak sedikit.

“Total orang Jawa yang meninggal, baik rakyat jelata maupun pengikut Diponegoro 200.000 orang. Padahal total penduduk Hindia Belanda waktu itu baru tujuh juta orang, separuh penduduk Yogyakarta terbunuh.”

Menurut Adian dalam bukunya, sejarah adalah hal penting dalam kehidupan manusia. Untuk melihat masa depannya, seseorang perlu memahami masa lalunya.

Al-Quran banyak memuat berbagai cerita umat-umat terdahulu. Dan umat Islam diminta bisa mengambil hikmah dari kisah-kisah masa lalu, untuk menjadi bekal dalam menyongsong masa depannya.

“Maka, jangan heran, jika setiap bangsa senantiasa merumuskan sejarah masa lalunya.  Sejarah juga sangat penting bagi kebangkitan suatu bangsa atau peradaban. Muhammad Asad (Leopold Weiss) dalam bukunya, Islam at the Crossroads, menulis: “No civilization can prosper – or even exist, after having lost this pride and the connection with its own past…”
Menurut Adian, menyadari arti penting sejarah ini, maka kaum penjajah juga secara serius merekayasa sejarah Indonesia. Khususnya yang menyangkut peran Islam dalam sejarah Indonesia.

Pakar sejarah Melayu, Prof. Naquib al-Attas sudah lama mengingatkan adanya upaya yang sistematis dari orientalis Belanda untuk memperkecil peran Islam dalam sejarah Kepulauan Nusantara.

Dalam bukunya, “Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu” yang diterbitkan tahun 1990),  Prof. Naquib al-Attas sudah menulis tentang masalah ini.

“Kecenderungan ke arah memperkecil peranan Islam dalam sejarah Kepulauan ini, sudah nyata pula, misalnya dalam tulisan-tulisan Snouck Hurgronje pada akhir abad yang lalu. Kemudian hampir semua sarjana-sarjana yang menulis selepas Hurgronje telah terpengaruh kesan pemikirannya yang meluas dan mendalam di kalangan mereka, sehingga tidak mengherankan sekiranya pengaruh itu masih berlaku sampai dewasa ini,”  ujar Adian menirukan Al Attas.

Menurut Adian,  anak-anak kita sejak kecil dicekoki paham salah semacam ini. Bahwa, Indonesia dulu mengalami kejayaan di masa Majapahit, yang hancur karena diserang Islam. Jadi, Islam justru yang menghancurkan kejayaan Indonesia.  Karena itulah, untuk mengembalikan kejayaan Indonesia, jangan membawa-bawa Islam, tetapi kembalikan kejayaan Majapahit dengan mengadopsi nilai-nilai Hindu.

Inilah yang oleh M. Natsir sebagai upaya nativisasi, yakni upaya penyingkiran Islam dari aspek kemasyarakatan dan kenegaraan, dan mengembalikan Indonesia pada budaya “asli” dan jatidiri manusia Indonesia yang menurut mereka bercorak hindu, budha  dan animis.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya SBY Undang Syeikh Al Azhar ke Indonesia
Tulisan selanjutnya Presiden PKS: Masa Kritis ini Akan Segera Berakhir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?