Hidayatullah.com–Di hari terakhir duduk di Gedung DPR RI, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta meyakini, prahara korupsi yang menimpa partainya juga akan segera berakhir.
“Mudah-mudahan, insya Allah kita bisa melewati critical moment ini,” ujarnya kepada hidayatullah.com dan wartawan usai mengemasi barang-barang di ruang kerjanya, Gedung Nusantara III lantai 4, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (07/02/2013).
Anis Matta memprediksi, kisruh kasus korupsi yang menjerat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) hanya akan bertahan hingga tiga bulan ke depan.
“Kita anggap, insya Allah, mudahan-mudahan sampai April ini, critical moment ini sudah selesai,” tambahnya.
Untuk saat ini, Presiden PKS yang dilantik menggantikan LHI tersebut akan fokus melakukan tiga hal untuk partainya.
“Sekarang fokus saya benar-benar ke dalam. Target saya yang pertama, keluar (ke daerah), konsolidasi ke lapangan,” imbuh Anis Matta yang kerap tersenyum meladeni pertanyaan para jurnalis.
Target kedua dan ketiga Anis Matta yaitu memenangkan PKS pada Pilkada Gubernur Jawa Barat dan Sumatera Utara.
Pada kesempatan tersebut, pria yang mengaku gemar membaca biografi para Presiden RI ini enggan berkomentar banyak soal LHI dengan sangkaan kasus impor daging sapi yang menimpanya.
“Jangan tanya yang sulit-sulitlah,” selorohnya.
Anis Matta secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPR RI. Surat pengunduran dirinya telah disampaikan dalam rapat terakhirnya bersama DPR pada Kamis ini.
Dia mengaku, yang paling berkesan selama duduk di DPR adalah kegaduhannya.
“Paling berkesan sidang paripurna, gaduhnya kan ada di paripurna. DPR mengesankan karena ributnya, yang lainnya biasa aja,” kata Anis Matta.*