Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Peneliti Lingkungan Hidup: Atasi Banjir Harus Dari Hulu

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 8 Februari 2013 07:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Meski sudah memasuki bulan Februari dan tanggap darurat banjir sudah lewat, namun musibah banjir masih mungkin terjadi, hal ini bisa terlihat saat beberapa daerah selain Jakarta yaitu Bekasi dan Cirebon yang belum lama ini dilanda banjir cukup besar.

Menurut peneliti lingkungan hidup Dr. Fahcruddin Mangunjaya, M.Si.,  masih adanya kemungkinan banjir kiriman terjadi karena adanya konektivitas antara hulu dan hilir sungai.

“Hujan dapat terjadi di bagian hulu saja (misalnya di Bogor dan Cianjur atau Sukabumi), lalu air hujan itu dialirkan melalui Sungai Ciliwung ‘Dikirim” ke Jakarta. Jadi istilah banjir kiriman adalah karena terhubungnya ekosistem sungai yang ada di hulu dan di hilir,” jelas Doktor lulusan Program Manajemen Lingkungan dan Pemberdayaan Alam Institut Pertanian Bogor ini saat dihubungi oleh hidayatullah.com, Kamis (07/02/2013).

Karenanya ia berpendapat agar penanggulangan banjir tidak bisa dilakukan di Jakarta saja, tetapi juga di kawasan hulu harus dipertahankan.

“Kita tahu di puncak sekarang masih masif pembukaan lahan yang merupakan daerah resapan banjir yang potensi airnya luar biasa besar akan mengalir apabila tutupan hutan itu dibuka, dikonversi menjadi villa atau perumahan. Dampaknya akan dikirim ke Jakarta,” jelasnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Oleh karenanya, jika ingin menanggulangi masalah banjir, harus ada perbaikan dari hulu hingga ke hilir hingga perlu adanya sumur resapan dan pohon di ruang terbuka.

“Masalah Jakarta dan sekitarnya sudah dangat kompleks. Jadi harus ada rencana komprehensip di hulu dan dihilir sungai. Di kawasan hulu, kawasan terbuka perlu konsisten ditanami kembali dengan pohon dan diperlukan sumur resapan, kembalikan fungsi hutan lindung dan pertahankan sebagaimana mestinya. Bagian hilir, kembalikan setu-setu atau pertahankan yang telah ada. Buat sumur resapan seperti diperintah Jokowi, dengan peraturan daerah untuk semua bangunan sehingga wajib, mulai dari bangunan pemerintah hingga swasta,” terangnya.

Selain itu, ungkap Fachruddin, pemerintah perlu mengkaji ulang izin bangunan yang mengokopasi (merampas) hak air untuk tergenang dan kemudian air tersebut pindah ketempat lain.

Untuk ini, menurutnya perlu penyadaran dan proses.

“Gorong-gorong bisa menjadi solusi, namun akan memakai biaya yang sangat mahal,” ujarnya.

Faktor manusia dan alam

Menurut pendiri Yayasan Borneo Lestari di Kalimantan Tengah, ini, bagaimanapun, banjir terjadi karena dua factor; faktor manusia dan faktor alam.

“Banjir adalah akibat hujan yang merupakan fenomena alam. Hujan terjadi setiap tahun dan bisa diramalkan, sehingga sekarang kita bisa memprediksi ada siklus monsoon yang biasa terjadi empat atau lima tahun sekali, karena curah hujan yang demikian besar. Banjir adalah akibat dari ketidak mampuan manusia melakukan pengurangan (mitigasi) sehingga dampak yang diakibatkan hujan tidak menjadi bencana,” jelasnya.

Kendati demikian, menurut Fahcruddin, mitigasi dapat dilakukan dengan menanam pohon dan membiarkan daerah-daerah resapan berfungsi.

“Misalnya tidak mengkonversi ‘setu’ menjadi mall atau perumahan yang akibatnya curah hujan tidak tertampung kemudian keadaan menjadi tidak seimbang. Kedua, para ahli meminta, manusia melakukan upaya adaptasi, artinya, memperbaiki saluran drainase yang cukup menampung curah hujan yang besar (secara perhitungan), tidak membangun di kawasan beresiko banjir dan seterusnya.”*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:banjirLingkunganold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yuk Kita Belajar Menjadi Pribadi Pemaaf!
Tulisan selanjutnya Wahdah Islamiyah: PKS Jangan Mengulang Pola Lama yang Bingungkan Umat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?