Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Islam di Indonesia tidak Perlu Dibingkai dengan Liberal

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 3 April 2013 23:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–KH. Abdurrahman Navis, Lc, MHI – Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur – mengingatkan bahwa dalam dakwah di Indonesia kita tidak perlu berkiblat kepada Barat. Karena akan merusak Islam itu sendiri.

“Maka dalam berdakwah ikutilah cara walisanga dahulu. Tidak perlu berkiblat kepada Eropa. Walisangan bukan radikal, apalagi liberal yang menjatuhkan otoritas ulama,” terang KH. Abdurrahman Navis dalam Seminar Nasional “Membingkai Kembali Islam di Indonesia” di Auditorium IAIN Sunan Ampel Surabaya, Rabu (03/04/2013).

Kiai Navis mengisahkan kunci kesuksesan dakwah Walisongo. Menurutnya, para Walisongo memperhatikan dua hal, yaitu; fikih dakwah dan fikih ahkam.

“Fikih dakwah, meliputi metode. Di mana para Walisongo menggunakan cara-cara damai dan kreatif. Namun, mereka juga menerapkan fikih ahkam. Yakni memperhatikan mana yang furu’ dan ushul. Sehingga dakwahnya tidak menyesatkan,” ungkapnya.

Apapun metode yang dipraktikkan Walisongo, jelas Kiai Navis, tetap tujuannya adalah penerapan syariah Islam.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Islam datang ke Indonesia untuk tathbiqus syariah (menerapkan syariat). Sehingga muncullah kesultanan-kesultanan dengan sistem Islam, seperti kesultanan Demak”, tegasnya.

Karena itu, Navis mengingatkan, membingkai Islam di Indonesia itu yang tepat dengan mengikuti cara Walisongo, yang berakidah Ahlus Sunnah. Bukan dengan bingkai liberal.

Sementara, Henry Shalahuddin, MA, yang juga menjadi narasumber mengkritik wacana membingkai kembali Islam.

“Kenapa Islam dibingkai ulang? Jika Islam dipandang secara sosiologis empirik, seakan-akan Islam itu menjadi budaya”, terang peneliti INSISTS ini.

Dan menempatkan Islam sebagai budaya, tidaklah tepat. Apalagi menurut Henry, ada wacana seakan-akan Islam itu terlalu Arab, sehingga perlu dibingkai kembali.

Henry menjelaskan, persoalan krusial Islam di Indonesia adalah Islam atau Muslim dituduh melakukan kekerasan terhadapa kaum minoritas.

“Media-media Islam terlalu provokatif  jika memberitakan ada oknum-oknum beragama Islam atau berorganisasi Islam,” katanya.

Padahal, jelas Henry, kekerasan lain di mana kaum Muslim menjadi korbannya sepi diberitakan.
“Kekerasan yang terjadi seperti sebuah masjid di Sumatera Utara dibakar, kenapa media-media sepi memberitakannya,” protes Henry. Menurutnya, aktivis HAM juga tidak bersuara.

Karena itu, Henry menjelaskan bahwa kita terlalu menyorot kekerasan fisik. Sementara kekerasan intelektual yang tidak kalah meresahkan diabaikan.

“Program liberalisasi, deradikalisasi, penghalalan lesbian dan homoseks dan lain-lain itu adalah kekerasan yang lebih meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Henry menerangkan, persoalannya adalah kita minder dengan keislaman sendiri. Sehingga bingkai mencari dari yang tidak Islam.

“Kita ini minder dengan Islam kita sendiri. Tapi bangga dengan sok tidak Islami”, tegasnya.
Selain Kiai Navis dan Henry Shalahuddin,  seminar juga menghadirkan Direktur Islam Moderat Zuhairi Misrawi yang juga dikenal pegiat liberalisme. Zuhairi sempat terpancing meninggikan nada bicara ketika seorang aktivis IPNU mendebat pernyataannya bahwa tradisi pembacaann shalawat barzanji dari Iran.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KH Surahman Hidayat: PKS Tidak Anti Tahlilan
Tulisan selanjutnya Hidayatullah Gelar Rakor Kampus Utama di Batam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?