Hidayatullah.com–Peneliti terorisme Univeritas Islam Negeri (UNI) Malang, Dr. Zulfi Mubarok menyatakan metode pemberantasan terorisme di Indonesia tidak bisa mengambil cara-cara kekerasan. Misalnya penembakan mati di tempat. Sebab menurut Zulfi cara-cara tersebut tidak efektif.
“Kekerasan untuk melawan terorisme itu tidak efektif,” demikian ujar Zulfi. Oleh karena itu Zulfi menyarankan aparat penegak hukum agar menempuh pendekatan yang lebih soft, dalam pemberantasan terorisme.
“Harus persusasif,” tambahnya.
Zulfi menyatakan keberadaan para terduga pelaku teror seperti di Bandung yang umumnya masih berusia muda tidak bisa dijadikan indikasi kuat bahwa kelompok tersebut mempunyai misi terorisme.
“Bisa saja itu ekspresi jiwa anak muda, belum tentu teroris,” ujarnya lagi.
Zulfi menambahkan, sejumlah barang bukti yang disita Polri dari tempat terduga pelaku teror, seperti senjata, amunisi dan bahan-bahan peledak, bukan merupakan barang bukti yang cukup kuat.*/Toni