Hidayatullah.com–Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menilai lokalisasi pelacuran di mana pun tempatnya bisa ditutup dengan cara baik-baik.
Sutiyoso mencontohkan apa yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat dibawah kepemimpinannya saat menutup lokalisasi pelacuran Kramat Tunggak, Jakarta Utara.
Dengan melakukan pendekatan banyak pihak Sutiyoso berhasil menutup lokalisasi pelacuran terbesar di Asia Tenggara itu. Komplek pelacuran tersebut kemudian pada 2003 dibangun Jakarta Islamic Center (JIC) yang terdiri dari Masjid maupun gedung pelatihan dan pendidikan.
“Dalam menutup Dolly (Surabaya) atau Saritem (Bandung), pemerintah setempat bisa mengikuti langkah penutupan Kramat Tunggak,” kata Sutiyoso saat memberikan sambutan pada tablig akbar Milad JIC ke 10 di Komplek JIC, Jakarta Utara, Kamis (20/06/2013) pagi.
Menurut Sutiyoso, penutupan lokalisasi pelacuran, seperti yang terjadi di Kramat Tunggak, menjadi pusat Islam menjadi peristiwa yang pertama di Indonesia, bahkan dunia.
“Dulu, Kramat Tunggak ini terkenal di Asia Tenggara. Penutupan ini (lokalisasi pelacuran) menjadi Islamic Center merupakan yang pertama di dunia,” jelas Sutiyoso.
Karena berlikunya jalan menutup Kramat Tunggak hingga menjadi pusat Islam, Sutiyoso meminta kepada umat Islam Jakarta untuk memanfaatkan Jakarta Islamic Center.
“Saya berharap kepada masyarakat Jakarta agar Islamic Center ini dijadikan pusat kegiatan Islam. Kedepan diharapkan Islamic Center menjadi icon wisata religi,” kata Sutiyoso.*