Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Gus Dur Akui Berlebaran ke Pak Harto

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Desember 2005 05:51
Bagikan
Bagikan

   
    
Ahad, 4 Desember 2005

Hidayatullah.com–Mantan
presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengakui dirinya telah "sowan"
kepada mantan presiden Soeharto (Pak Harto) untuk berlebaran pada Idul
Fitri yang sudah berlalu sekitar sebulan lalu.

"Terus terang,
saya sowan ke Pak Harto saat Idul Fitri lalu, karena dia sudah sepuh
dan dia masih mempunyai pengaruh kuat dalam pemerintahan," katanya di
Surabaya, Sabtu.

Ia mengemukakan
hal itu saat berpidato di depan sekitar 800 ulama, ustadz, dan pengurus
PKB se-Indonesia dalam Silaturrahmi Alim Ulama dan Halaqah Politik
Walisongo yang diprakarsai DPP PKB versi Muktamar Semarang di Surabaya
(3-4 Desember).

Menurut Ketua
Dewan Syuro DPP PKB versi Muktamar Semarang tersebut, apa yang
dilakukan itu merupakan hal penting dan bukan seperti sekarang yang
justru menyeret orang seperti Probosutejo (anggota keluarga Soeharto).
"Saya nggak ikut-ikut," katanya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Cucu pendiri NU
Hadratusyeikh KH Hasyim Asy`ari itu mengatakan dirinya sudah 30 tahunan
berhadapan dengan rezim Soeharto, namun dirinya tetap menghormati
dengan memilih untuk diam dan lebih memperjuangkan demokrasi yakni
memperjuangkan hak minoritas dan mengembangkan dialog antar umat
berbeda agama.

"Apa yang saya
perbuat itu meneruskan strategi perjuangan kiai Ahmad Mutamakin yang
tidak jauh berbeda dengan strategi dakwah dari para walisongo. Kiai
Mutamakin itu kiai fiqih (hukum Islam) yang menjadi pemimpin tarekat
tapi tidak pernah menyebut penguasa itu salah," katanya.

Putra mantan
Menag KH Wahid Hasyim itu menjelaskan, kiai Mutamakin tidak pernah main
tunjuk penguasa sebagai orang yang salah, tapi dia menyebut penguasa
secara alternatif yakni kalau penguasa yang ada tak ingin dikatakan
maling maka dia jangan menjadi maling.

"Para kiai yang
mewarisi para walisongo itu tak pernah berpikir sempit, bahkan
pesantren yang mereka bangun selalu memakai nama desa dan bukan pakai
bahasa Arab. Ada Pesantren Tambakberas, ada pesantren Edi Mancoro, dan
sebagainya, tapi kiai sekarang sok dengan nama Bahrul Ulum, Mambaul
Ma`arif," katanya.

Ia menilai
langkah dan strategi para kiai dan walisongo yang akrab dengan
lingkungan itu sekarang mengalami kemunduran dengan banyak kiai yang
berpikiran sempit, sehingga ada yang ingin mendirikan negara Islam,
memasung Ahmadiyah, dan sebagainya.

"Karena itu,
PKB harus mengembangkan wawasan kebangsaan seperti yang diperjuangkan
NU. Wawasan kebangsaan itu intinya tenggangrasa dengan orang lain tanpa
membedakan ras dan agama, apakah Kristen, Islam, Konghucu, dan bahkan
Islam NU atau Islam non-NU seperti Ahmadiyah," katanya.(ant/cha)
 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Merokok Gara-gara FIlm
Tulisan selanjutnya AS Diduga Terlibat dengan Mubarak Curangi Ikhwanul Muslimin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?