Hidayatullah.com–Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak menyebut pendiri Pondok Pesantren Hidayatullah, mendiang Abdullah Said, sebagai tokoh besar Kaltim yang harus dilanjutkan pekerjaannya.
“Abdullah Said adalah salah satu tokoh besar yang tercatat dalam sejarah Kalimantan Timur. Beliau adalah tokoh yang harus kita hormati, tokoh yang sangat cerdas, dan kita wajib melanjutkan apa yang telah beliau rintis,” kata Awang Faroek Ishak saat membuka acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hidayatullah di Emberkasi Asrama Haji, Batakan, Balikpapan, dikutip Kaltim Post, Kamis (20/06/2013).
Kata Awang, dengan kiprah dan kerja keras Abdullah Said, Hidayatullah kini menjadi salah satu ikon Kalimantan Timur. Sebab, biasanya, kata dia, pesantren pesantren besar lahirnya di pulau Jawa baru menyebar ke seluruh nusantara.
“Kalau di Jawa Timur ada Gontor, maka di Kalimantan Timur ada Hidayatullah yang telah menyebar ke pelosok nusantara. Hidayatullah merupakan organisasi kegamaan yang telah eksis di Indonesia,” kata Awang di hadapan lebih 700 pengurus PW dan PD Hidayatullah.
Pada kesempatan itu Awang juga menceritakan ia menyaksikan sendiri bagaimana Abdullah Said mulai merintis pembangunan pesantren ini. Bahkan ia tahu persis sejarah proses administrasi berdirinya termasuk dukungan Gubernur Kaltim kala itu, Abdul Wahab Sjahranie
“Saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri perjuangan beliau,” ungkapnya.
Awang melanjutkan, dirinya mengetahui bahwa visi dan misi Hidayatullah adalah sebagai salah satu lembaga pengembangan keagamaan yang menyelenggarakan kegiatan dakwah, pendidikan, dan sosial “Itu patut untuk kita dukung,” kata dia.
Selama ini, jelasnya, Hidayatullah telah membuktikan diri dengan kerja keras untuk mengembangkan pemikirannya dalam rangka pembangunan dan pembinaan umat.
Oleh karena itu, kata Awang, pemerintah mengharapkan Hidayatullah bisa terus mengevaluasi apa-apa saja yang sudah dilaksanakan serta yang belum terlaksana. Apa yang kurang baik, diperbaiki menjadi lebih baik lagi.
“Dan saya pasti selalu memberikan dukungan terhadap semua program program Hidayatullah,” ujarnya.
Awang mengaku juga telah menghimbau kepada perangkat pemerintah kabupaten dan kota di Kaltim untuk mendorong program program keummatan yang digagas oleh Hidayatullah.
“Yang penting Hidayatullah tidak berpolitik, tapi saya tahu Hidayatullah tidak buta politik,” selorohnya.*